Masih Banyak Korban di Dalamnya, Badan Pesawat Lion Air JT-610 Tak Kunjung Ditemukan

oleh -40 views
Hingga Selasa (30/10) sore, Tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi 26 kantong jenazah.

KARAWANG (BM)– Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian badan pesawat Lion Air JT 610, namun hingga Selasa (30/10/2018) pukul 12.00 WIB, hasilnya masih nihil.

Tim gabungan hanya menemukan serpihan pesawat, barang dan potongan tubuh manusia. Tak ada tanda-tanda badan pesawat. Padahal diperkirakan, banyak korban yang masih berada di dalam pesawat.

Proses pencarian korban sudah dilakukan lebih dati 24 jam. Sebanyak 35 kapal, helikopter, ratusan personel hingga para nelayan sudah dikerahkan.

Berikut kronologi lengkap jatuhnya pesawat dan proses pencarian hingga Selasa siang yang dirangkum Kompas.com:

Senin, 29 Oktober 2018

06.20 WIB: Pesawat Lion Air JT 610 take off

06.22 WIB: Pilot menghubungi Jakarta Control dan menyampaikan masalah flight control di ketinggian 1.700 feet. Pilot meminta naik ke ketinggian 5.000 feet. Jakarta Control mengizinkannya pesawat untuk naik ke 5.000 feet.

06.33 WIB: Pesawat lost of contact dari radar. Catatan terakhir sebelum hilang kontak, pesawat berada di ketinggian 2.500 feet.

06.50 WIB: Basarnas menerima laporan air traffic control bahwa JT 610 lost contact. Setelah dikonfirmasi, Basarnas mengirim tim ke lokasi hilang kontak.

Baca Juga :   Pegawai KPK Resign, Alexander Jamin tak Ganggu Kinerja KPK

07.20 WIB: KN 224 bertolak menuju koordinat LKP. Rubber Boat (RB) 03 bertolak menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP).

09.35 WIB: Tim RB 1 (penyelam) POB (person on board) 2 bertolak menuju lokasi.

09.53 WIB: Tim RB 02 POB 13 bertolak menuju lokasi.

10.40 WIB: KN Damari KP LKP dengan POB bertolak menuju lokasi.

12.07 WIB: Tim penyelam melakukan penyelaman di sekitar LKP (nihil).

13.02 WIB: Tim lapangan (Capt. KN 224) menemukan potongan tubuh di sekitar LKP.

13.05 WIB: Serpihan dan potongan tersebut dibawa RIB 02 dan 03 menuju posko.

13.35 WIB: RIB menuju posko utama Pelabuhan JICT 2 membawa tiga kantong.

13.45 WIB: tim penyelam Basarnas kembali melakukan penyelaman di sekitar LKP.

14.15 WIB: KRI Tenggiri menyerahkan penemuan serpihan-serpihan pesswat ke KN Basudewa.

14.21 WIB: KP 3004 Polda Metro Jaya menyerahkan serpihan pesawat ke KN Basudewa.

14.38 WIB: RIB 01 tiba di Dermaga JICT 2 dengan membawa barang-barang penumpang.

14.38 WIB: RIB 01 tiba di Dermaga JICT 2 membawa enam kantong (jenazah).

Baca Juga :   Tinjau Distribusi Sembako Kemensos, Babai Puji Kualitas Berasnya

14.45 WIB: Ambulans Polri membawa enam kantong jenazah ke RS Polri.

15.00 WIB: KRI Regel menuju lokasi untuk melakukan pencarian benda bawah laut dengan sonar.

15.10 WIB: Tim di LKP menemukan tiga potongan di permukaan.

15.22 WIB: Ditemukan satu potongan tangan orang dewasa.

15.45 WIB: Pilot boat MPAC Pelindo menyerahkan serpihan jok/busa tempat duduk pesawat dan potongan kepala, rambut, potongan daging, dan potongan-potongan tersebut dimasukkan ke kantong jenazah.

17.00 WIB: Basarnas pastikan pencarian dilakukan 24 jam. Basarnas nyatakan sudah menemukan serpihan ekor pesawat. Badan pesawat belum ditemukan.

20.00 WIB: 14 kapal yang melakukan operasi pencarian korban pada Senin malam. Penyelaman dihentikan karena jarak pandang terbatas. Badan pesawat belum ditemukan. Total 9 kantong jenazah sudah tiba di Tanjung Priok hingga Senin malam.

Selasa, 30 Oktober 2018

13.00 WIB: 26 kantong jenazah sudah dikirim ke DVI Mabes Polri. Sementara, 35 kapal dikerahkan. Dilansir kompas hingga Selasa sore, badan pesawat belum ditemukan. Area pencarian diperluas dari 5 mil laut menjadi 10 mil laut. (*)