Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupakn Rp.1,6 Miliar Rokok Ilegal

oleh -39 views

Kabarsiana.com, PALEMBANG – Satuan Khusus TNI AL F1QR (Fleet One Quick Response) Lanal Palembang berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan dus rokok ilegal yang akan diselundupkan melalui wilayah perairan Kuala Tungkal, Provinsi Jambi.

Penangkapan dilakukan pada hari Kamis, (28/11/2019) atas hasil informasi inteljen TNI AL. Berawal dari informasi tersebut, Tim F1QR melakukan pengejaran terhadap dua kapal High Speed Craft, jenis kapal yang kerap digunakan untuk penyelundupan barang ilegal termasuk narkoba.

“Pada saat kami sergap, nakhoda berserta Anak Buah Kapal (ABK) melarikan diri. Petugas dilapangan pun kesulitan untuk mengejar karena cuaca saat itu tidak mendukung,” ujar Danlanal Palembang, Lekol (P) Saryanto, kepada wartawan di Palembang, Jumat (13/12).

Dari hasil penyergapan, berhasil diamankan sebanyak 470 dus rokok merk Luffman dengan nilai sekitar Rp.1,6 miliar. Barang hasil selundupan itu saat ini sudah diserahkan kepada Bea Cukai Jambi, sebagai pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan.

“Rokok itu rencananya akan dipasarkan ke wilayah Sumatera, terutama kepada petani perkebunan. Rokok ilegal itu dijual dengan harga murah karena tidak bayar cukai,” beber Danlanal.

Baca Juga :   Jokowi Cabut Keppres Pemecatan Evi Novida

Menurut Saryanto, wilayah perairan Kuala Tungkal, Jambi, merupakan salah satu wilayah rawan penyelundupan barang ilegal. Bahkan hanya berselang sekitar dua pekan, petugas kembali mengamankan penyelundupan narkoba jenis shabu yang diangkut dengan jalur yang sama.

“Informasi yang kami terima Polres Tanjung Jabung juga telah mengamankan 5 kg narkoba jenis shabu yang diselundupkan lewat jalur yang sama,” tukasnya.

Menyikapi hal ini, Saryanto mengaku akan terus mengintensifkan patroli diwilayah perairan rawan penyelundupan barang ilegal bersama pihak Polairud, KSOP dan Bea Cukai khususnya jelang hari besar dan hari raya keagamaan seperti natal dan tahun baru. Dirinyapun telah memberikan intstruksi kepada petugas untuk bertindak tegas kepada para penyelundup barang ilegal.

“Saya instruksikan untuk bertindak tegas dan terukur. Bila diperlukan, aparat dapat melepaskan tembakan, tentunya sesuai dengan SOP yang berlaku,” pungkasnya. (*/rri)