Kerugian Akibat “Galodo” di Limapuluh Kota Capai Rp51,85 Miliar

oleh -280 views

Kabarsiana.com, PAYAKUMBUH –  Nilai kerugian yang timbul akibat bencana banjir dan longsor (galodo) dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), ditaksir mencapai angka Rp51,85 miliar. Kerugian paling parah dialami petani dan pemilik lahan pertanian.

Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Jhoni Amir mengatakan, kerugian lahan pertanian tersebut karena banyaknya lahan pertanian yang terendam oleh banjir.

“Kurang lebih ada 1.533 hektare lahan pertanian yang terdampak dan banyak juga yang harus mengalami gagal panen karenanya,” kata Jhoni kepada wartawan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, Sabtu (14/12/2019).

Tidak hanya itu, sektor perikanan juga terganggu oleh bencana tersebut yang total kerugian mencapai Rp350 juta. Menurut dia, banyak kolam digenangi air, sehingga ikan-ikan hilang terbawa arus banjir.

Sedangkan untuk data keseluruhan, kerugian dari bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini mencapai Rp51,85 miliar. Hitungan tersebut termasuk kerusakan infrastruktur umum.

 

“Hitungan sementara itu kerugian mencapai Rp51,85 miliar. Infrastruktur umum masih mendominasi kerugian, yakni Rp42.5 miliar,” ujarnya.

Baca Juga :   Jadi Biang Kerok Perusak Jalan, Ariyandi: Truk ODOL Akan Kami Kandangkan

Ia mengatakan total kerugian tersebut masih berkemungkinan bergerak, sebab tim masih turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Masa tanggap darurat bencana masih berlangsung hingga 16 Desember, sehingga pendataan terus dilakukan. (*/inc)