Kemendikbud : 251.316 Ruang Sekolah Rusak Berat

oleh -49 views

Kabarsiana.com, JAKARTA РBerdasarkan peraturan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 ayat (4) ditetapkan bahwa sekurang-kurangnya 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ataupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan.

“Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Serta, pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”

Kendati demikian, menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Eka Erlangga masih banyak pemerintah daerah (Pemda) yang belum mengalokasikan sebanyak 20 persen dari APBD untuk pendidikan.

Hal tersebut pun yang menjadi kendala masih banyaknya ruang kelas sekolah dari jenjang sekolah dasar hingga menengah di seluruh Indonesia yang mengalami kerusakan dari ringan sampai berat.

Pasalnya seperti diketahui, ratusan ribu ruang kelas di seluruh sekolah di Indonesia dari pendidikan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas masih mengalami kerusakan berat.

Baca Juga :   11 Bayi di Cirebon Lahir di Tanggal Cantik 20-02-2020

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), total ruang kelas yang mengalami rusak berat di SD, SMP, SMA, dan SMK pada tahun 2018 sebanyak 251.316.

“Problemnya gini kalau dilihat dari neraca pendidikan daerah, itu mestinya Pemda mengalokasikan dana untuk pendidikan sampai 20 persen,” ucap Eka sebagaimana dikutip dari laman Okezone.

Selama ini, banyak pemerintah daerah yang hanya mengalokasikan APBD untuk pendidikan tidak mencapai 20 persen. Lebih lagi, beberapa daerah hanya mengucurkan anggarannya sekitat 7 hingga 9 persen.

Bahkan, Eka menyebut dana yang dialokasikan pemerintah pusat untuk pendidikan digabungkan oleh pihak pemerintahan daerah. Padahal, pemerintah pusat sudah mengalokasikan dana sebanyak 20 persen. (*/okz)