Keltan Saiyo Solok Sabet Predikat Terbaik Nasional, Afdhal Aliasar: Kualitas Kakao Salayo Setara Mancanegara

oleh -44 views
Busron Bahar bersama Kadis Pertanian Kab. Solok, Jon Admaizon saat menerima penghargaan pada Peringatan Hari Kakao Sedunia, Kamis (25/10).

SOLOK (BM)– Kabupaten Solok pantas berbangga. Kelompok Tani (Keltan) Saiyo yang bergiat di Nagari Salayo Kec. Kubung, meraih peringkat 1 pengelolaan kakao terbaik tingkat nasional tahun 2018. Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian Peringatan Hari Kakao Sedunia di Jakarta, Kamis (25/10) lalu.

Setali tiga uang, peringkat terbaik nasional yang disabet Keltan Saiyo, juga berhasil diraih Kabupaten Solok dan Pemprov Sumbar sebagai pembina perkebunan kakao terbaik tingkat di kabupaten dan provinsi, penilaian Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI.

Adalah Busron Bahar Malin Kayo, pelopor perkebunan kakao di kabupaten ayam berkukuk lenggek itu. Tangan dingin Busron pulalah yang sekaligus memprakarsai lahirnya Keltan Saiyo di Nagari Salayo.

Tak ada masyarakat Solok yang tidak mengenalnya. Sosok ramah dan tak banyak cakap ini, adalah pembawa virus kakao yang akhirnya mewakili Sumbar di ajang bergengsi tingkat nasional itu.

“Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang baik dan sekaligus diharapkan menjadi representasi kejayaan petani kakao Salayo di masa depan. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk masyarakat Solok, terkhusus bagi seluruh anggota Keltan Saiyo Nagari Salayo,” ujar Busron bangga.

Baca Juga :   Reuni Durian Ala Alumni IIFisika Smandu 93

Nama Busron, memang dikenal masyarakat Solok sebagai pemrakarsa perkebunan kakao di daerah itu. Kemampuannya yang mumpuni dalam pengolahan perkebunan kakao, tak sungkan-sungkan untuk ditularkannya kepada masyarakat banyak. Busron yang bersama rekan kelompoknya telah membudidayakan kakao di lahan seluas 33 hektare di Sawah Kandang Jorong Batupalano itu, tak pernah pelit untuk berbagi ilmu yang dimilikinya.

Hasil budidaya kakao yang dikelola Keltan Saiyo, Nagari Salayo Solok.

“Hidup akan terasa sangat bermanfaat jika kita saling berbagi. Saya ingin Solok menjadi sentra perkebunan dan pengolahan kakao terbesar di Sumbar, bahkan nasional. Mari kita maju bersama,” tandas suami tercinta Wiwi Novita Yeni itu mantap.

Saat menerima penghargaan itu, Busron ikut didampingi Humas Keltan Saiyo Dalmenda Pamuntjak Alam, Bupati Solok, Gusmal, Kepala Dinas Perkebunan Kab. Solok, Jon Admaizon, serta Direktur PT. PAII, Afdhal Aliasar.

Setara Kualitas Mancanegara

Direktur PT. PAII, Afdhal Aliasar mengatakan, berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan di Singapura, kualitas kakao yang dikelola Keltan Saiyo Solok, setara dengan kualitas kakao mancanegara. Sebut saja Prancis, Jerman dan Australia. Potensi itu terangnya, pantas untuk terus dikembangkan dan menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.

Baca Juga :   Wajib Waspada, Ternyata Ditemui 1.000 Klaster Covid-19 di Seluruh Indonesia

“Mutu dan kualitasnya bagus, tak kalah saing. Kita berharap budidaya kakao di Solok bisa terus dikembangkan,” kata Afdhal, yang di bawah bedera perusahaaanya terus memberikan support dalam bentuk edukasi dan pemasaran hasil perkebunan para petani kakao di Sumbar. (*)

 

Editor: Ryan Syair