Karupuak Leak, Camilan Jadul Khas Ranahminang

oleh -27 views

BERBICARA tentang kuliner Sumatera Barat, dijamin tak akan ada habisnya. Selain jenisnya beraga, cita rasanya juga khas dan pastinya memanjakan lidah para pemburu kudapan yang tak hanya berasal dari Sumatera Barat, pun dari penjuru tanah air.

Karupuak Leak, bagi generasi milenial tentu mendengar namanya saja membuat kening berkerut. Tapi tidak dengan mereka yang berusia di atas 40 tahun, dipastikan matanya berbinar dan air liurnya akan langsung terbit.

Karupuak Leak memang merupakan camilan khas Ranahminang. Hampir seluruh daerah di penjuru Sumatera Barat mengenal dan menyuikai kuliner ringan yang kaya rasa ini.

Jika dulu karupuak leak yang merupakan paduan kerupuk upi atau di tanah Jawa disebut opak (namun beda rasa tentunya) yang diolesi kuah sate dan diatasnya ditaburi bihun goreng hanya ditemui di sekolah-sekolah dasar yang ada di kampung atau di sekitaran masjid kala Bulan Puasa, maka saat ini pemburu karupuak leak bisa mendapatkannya di sejumlah destinasi wisata.

Masyarakat yang tinggal di lokasi wisata, mulai banyak yang menjualnya. Tak hanya karupuak leak dengan versi kuah sate, pun karupuak leak dengan versi kuah cabe plus timun balado yang dikonsumsinya dengan model yang hampir sama.

Baca Juga :   The2N Resto, Cita Rasa Nanas yang Bikin Ngiler !!

Karupuak Leak, dari namanya tentu membuat selera akan hilang. Sebab memang, kerupuk ubi atau opak itu diolesi (dalam dialek setempat dileakkan) dengan kuah sate. Baru di atasnya ditaburi atau ditutup dengan mie atau bihun goreng.

Anda tak perlu gentar dengan namanya, karena untuk rasa, dijamin anda akan batambuah. Karena rasanya yang memang mak nyoss.

Cara menikmati karupuak leak pun unik, dimana kita langsung menjadikan tangan sebagai wadahnya. Atau bisa pula meminjam piring kecil kepada sipenjualnya.

Namun ingat, harus hati-hati. Sebab, karupuak leak pastinya cepat rapuh karena telah dileakkan dengan kuah sate dan diatasnya dipenuhi mie tentu mudah patah. Jadi anda harus punya teknik khusus untuk mengkonsumsinya.

Soal harga, tak usah khawatir. Sangat merakyat dan ndeso banget. Jika di perkampungan untuk satu porsi karupuak leak harganya antara Rp1.000 – Rp 2.000, maka untuk di area wisata berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Nah, tunggu apa lagi, ayo buru camilan khas Ranahminmang ini. ***