Kapolri Berharap Tak Ada SP3 untuk Tersangka Karhutla

oleh -274 views

Kabarsiana.com, JAKARTA –  Mabes Polri serius dalam menanggulangi kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Hingga 5 Desember 2019, Polri telah menangani 363 kasus kebakaran hutan dan lahan.

“Dari 363 kasus, 191 kasus statusnya P21 oleh kejaksaan, 165 proses sidik, 7 kasus proses penyelidikan, dan jumlah tersangka 416, 393 perorangan dan 23 korporasi,” kata Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis dalam Rapat Kordinasi Gabungan Tingkat Kementerian/Lembaga Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Kapolri menjelaskan dalam menangani kasus kebakaran hutan dan lahan, kedepannya perlu membentuk satgas didaerah-daerah yang mungkin terjadinya karhutla.

Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya seperti Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

” Kami sudah berkordinasi dengan Jaksa Agung dan Mahkamah Agung agar para pelaku dapat dihukum dengan seadil adilnya dan tidak ada SP3 untuk kasus ini”, ujar Idham.

Di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan, perlunya pemberian reward atau penghargaan kepada pemerintah, aparat TNI/POLRI, Relawan dan Masyarakat yang berkontribusi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, selain itu meningkatkan program pengolahan lahan tanpa bakar (PLTB).

Baca Juga :   ICW: Kasus Novel Bukan Pidana Biasa

Smentara itu, BNPB mencatat luas areal yang terbakar per Oktober 2019 seluas 942.465 Ha. Yang terdiri dari lahan mineral 672.708 Ha (71%) dan lahan gambut 269.777 Ha (29%). Sementara itu Dana Siap Pakai yang sudah digunakan untuk keperluan penanggulangan karhutla sampai dengan 5 Desember 2019 sudah mencapai Rp3,4 Trilyun.

Kepala BNPB Doni Monardo menjelaskan, pencegahan adalah langkah terbaik dalam penanganan karhutla, satgas karhutla telah melakukan pemadaman baik melalui waterbombing ataupun petugas darat namun api tidak kunjung padam.

“Karhutla hanya bisa dipadamkan total dengan adanya hujan, oleh karena itu perlu mengubah prilaku masyarakat agar tidak membakar lahan dengan melakukan penyuluhan terpadu dan terintegrasi terkait pemahaman dan peningkatan kapasitas dalam mengelola hutan dan lahan. Serta mengembangkan potensi ekonomi dengan cara mengolah hasil produksi hutan dan lahan menjadi bernilai ekonomis yang lebih tinggi,” ucap Doni.

“Selain itu juga perlu pembentukan satgas pencegahan dan penanggulangan satu komando yang berisikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan swasta”, lanjut doni. (*/rri)

Baca Juga :   3 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia di Cipinang Melayu