Kadenwal Korlantas Polri : Maksimal 80 Km/Jam di Tol Layang Japek

oleh -38 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Kepada pengguna jalan tol khususnya yang akan menjadikan tol Japek Elevated II atau jalan tol layang Jakarta-Cikampek sebagai pilihan utama, diingatkan untuk berhati-hati. Selain karena berada di ketinggian yang bervariasi antara 5-10 dari permukaan tanah, jalan tersebut masih baru.

“Jangan memaksakan diri, cukup kecepatan maksimal 80 Km/jam. Hanya kecepatan inilah yang kami rekomendasikan bagi pengguna jalan,” kata Kepala Detasemen Pengawalan, Korlantas Polri, Kombes Bambang Sentot Widodo.

Jalan Tol Layang Japek jelas Bambang, berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting. Jalan tol tersebut membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat. Dengan begitu, kendaraan tujuan jarak pendek tidak bisa menggunakan Tol Japek. Tol Japek diperuntukkan untuk kendaraan tujuan jarak jauh terutama golongan satu nonbus

Jalan Tol Japek yang  akan mulai beroperasi pada 20 Desember 2019 mendatang, merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia yang membentang dari kilometer 10 hingga kilometer 48 di atas ruas tol lama Jakarta-Cikampek. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun telah melakukan uji beban pada jalan tol yang dibangun dengan investasi sebesar Rp 16,23 triliun tersebut. Uji beban dilakukan dengan 16 truk yang masing-masing berbobot 40 ton pada 23 September lalu.

Baca Juga :   Polres Mimika Selidiki Temuan Puluhan Amunisi di TPA Iwaka

Secara umum, ada beberap hal yang harus diketahui terkait jalan tol layang Jakarta-Cikampek:

1. Dibangun untuk rute jarak jauh Jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang membentang sepanjang 38 kilometer adalah jalan tol bertingkat (double decker motorway) pertama di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memisahkan jalur komuter jarak pendek Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan lalu lintas perjalanan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, hingga Surabaya.

2. Tak ada gerbang tol dan rest area
Karena dikhususkan untuk lalu lintas jarak jauh, tidak ada gerbang keluar dan rest area di ruas tol layang. Masyarakat yang ingin keluar di Tambun, Cikarang, Karawang Barat, hingga Rengasdengklok disarankan untuk menggunakan ruas tol Jakarta-Cikampek eksisting, bukan pada jalur layang.  Anda juga tidak akan menemukan rest area atau SPBU di ruas tol layang. Sebab, jalan sepanjang 39 kilometer tersebut memang diperuntukkan sebagai perjalanan nonstop.

3. Waspadai kemacetan di kilometer 48 Saat meninjau kelayakan jalan pada Minggu (8/12) lalu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Istiono memperingatkan adanya potensi kemacetan pada exit tol di kilometer 48. Sebab, di sana ada penyatuan arus lalu lintas dari tol layang dan tol Jakarta-Cikampek di jalur normal.

Baca Juga :   Ini yang Didapat Anggota Komisi IX Suir Syam Atas Prakarsanya di Bidang Kesehatan

4. Direncanakan gratis saat liburan Natal dan Tahun Baru Setelah diresmikan pada 20 Desember 2019, ruas tol layang Jakarta-Cikampek akan digratiskan selama beberapa saat.

5. Ada batas kecepatan dan tilang elektronik Jalan tol layang Jakarta-Cikampek didesain untuk kecepatan hingga 100 kilometer per jam.

6. Hanya untuk mobil pribadi Jalan tol Layang Japek hanya bisa digunakan oleh kendaraan golongan I non bus dan non truk. Kendaraan golongan I yang dimaksud sesuai dalam aturan Badan Pengatur Jalan Tol mencakup Sedan, Jip, Pick Up/Truk Kecil, Bus, termasuk Minibus macam MPV. (ted)