Jika Dimerger, Total Aset Bank Syariah BUMN Jadi Rp225 T

oleh -10 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Ketua Tim Project Management Office (PMO) tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi mengatakan total aset bank syariah BUMN akan bertambah menjadi Rp220 triliun-Rp225 triliun bila penggabungan tiga bank syariah BUMN dilakukan.

Tiga bank syariah BUMN yang mergernya sedang diproses itu terdiri dari BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri.

Hery menyatakan kenaikan aset itu akan mengerek posisi bank syariah BUMN di domestik dan global. Ia optimistis bank syariah BUMN akan masuk sebagai 10 besar bank syariah teratas di dunia.

“Hasil penggabungan bank ini punya potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar. Nanti Insyaallah selesai merger, total aset menjadi Rp220 triliun-Rp225 triliun,” ujar Hery dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (13/10).

Sementara, Hery menyebut posisi bank syariah BUMN juga akan naik di posisi 7 atau 8 sebagai bank terbesar di Indonesia. Ia memproyeksi total aset bank syariah BUMN mencapai Rp390 triliun pada 2025 mendatang.

Baca Juga :   Ribuan Ton Garam NTT Belum Terjual

“Target pembiayaan mencapai Rp272 triliun dan pendanaan sekitar Rp335 triliun. Ini rencana dan tentu dengan pertumbuhan konservatif,” ujar Hery.

Selain itu, Hery menyatakan bank syariah BUMN juga diharapkan bisa membantu korporasi untuk menerbitkan sukuk global. Saat ini, bank syariah domestik terbilang masih tertinggal terkait pendalaman pasar sukuk.

Padahal, sukuk merupakan instrumen yang cukup potensial di luar negeri, khususnya Timur Tengah.

“Bank ini (setelah merger) memiliki kemampuan membantu penerbitan produk (sukuk) yang banyak dijual di Timur Tengah,” jelas Hery.

Sebagai informasi, tiga bank syariah BUMN baru saja menandatangani Conditional Merger Agreement (CMA). Hal itu merupakan bagian awal dari proses merger tersebut.

Masing-masing perusahaan akan mengumumkan rencana merger yang lebih detail pada 20-21 Oktober 2020 mendatang. Sementara, merger secara resmi ditargetkan pada Februari 2021. (*/aud/agt)