Jelang Lengser, Trump Perintahkan Eksekusi Mati 5 Terpidana

oleh -23 views
Mandatory Credit: Photo by Evan Vucci/AP/Shutterstock (10434333bm) Donald Trump, Sauli Niinisto. President Donald Trump speaks during a meeting with Finnish President Sauli Niinisto in the Oval Office of the White House, in Washington Trump, Washington, USA - 02 Oct 2019

Kabarsiana.com, WASHINGTON  – Pemerintahan Donald Trump akan melakukan serangkaian eksekusi mati federal menjelang detik-detik terakhir kepemimpinan sang presiden. Setidaknya ada lima eksekusi yang akan dilakukan sebelum pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden, Januari 2021.

Hal ini melanggar preseden 130 tahun, yang menjeda eksekusi di tengah transisi presiden. Jika ini terjadi, Trump akan menjadi presiden dengan eksekusi mati terbanyak dalam 100 tahun AS, dengan 13 narapidana.

Melansir BBC International, eksekusi akan dimulai dengan Brandon Bernard berusia 40 tahun dan Alfred Bourgeois yang berusia 56 tahun. Mereka berdua dijadwalkan untuk dihukum mati di penjara di Terre Haute, Indiana.

Bernard didakwa menculik dan membunuh pasangan suami istri Todd dan Stacie Bagley tahun 1999. Sedangkan Bourgeois bersalah karena memukur anaknya yang masih berumur 2 tahu hingga tewas.

Sementara Lisa Montgomery menyiksa seorang wanita hamil dan menculik bayi milik perempuan itu di 2004. Cory Johnson membunuh tujuh orang di Richmond California dan Dustin John Higgs menculik serta membunuh tiga perempuan di Washington tahun 1996.

Baca Juga :   Jerman Usir Dua Diplomat Rusia

Jaksa Agung William Barr mengatakan departemen kehakimannya hanya menegakkan hukum yang ada. Namun sejumlah kritikan datang.

“Itu benar-benar di luar norma, dalam cara yang cukup ekstrim,” kata Direktur penelitian Pusat Informasi Penalti Mati non-partisan AS, Ngozi Ndulue, dikutip Jumat (11/12).

Hukuman mati diberlakukan kembali oleh Mahkamah Agung AS pada tahun 1988. Namun eksekusi yang dilakukan oleh pemerintah nasional atau federal di AS tetap jarang terjadi.

Sebelum Trump menjabat, hanya tiga eksekusi federal yang dilakukan. Semua dilakukan di bawah Presiden Republik George W Bush dan termasuk narapidana Timothy McVeigh, yang dihukum karena pemboman gedung federal Oklahoma City.

Sejak 2003, tidak ada eksekusi federal sama sekali. Eksekusi mati terbanyak oleh pemerintah federal terjadi tahun 1896 dengan lebih dari 10 narapidana.Meski begitu di negara bagian, tercatat total 22 dieksekusi.

Tapi trennya menurun.Semakin banyak warga menginginkan penghapusan pada hukuman mati sama. Mayoritas warga sudah meminta secara resmi larangan praktik hukuman ini.

Jajak pendapat Gallup November 2019 menemukan bahwa 60% orang Amerika mendukung hukuman penjara seumur hidup. Ini untuk pertama kalinya sejak survei dimulai lebih dari 30 tahun yang lalu.”Dukungan publik untuk hukuman mati berada pada titik terendah selama beberapa dekade,” kata Ndulue Llagi.

Baca Juga :   Dewan Muslim Prancis Kutuk Teror di Nice Prancis

Hal ini juga menimbulkan kritikan dari National Association for the Advancement of Colored People (NCAAP).

“Kami merasa [hukuman mati] adalah hukuman sewenang-wenang inkonstitusional yang seharusnya dihapuskan beberapa dekade lalu,” kata direktur kebijakan Lisa Cylar Barrett.

Sementara itu, Biden sendiri berjanji akan menghapus hukuman mati dalam kampanyenya. (*/sef)