Jajak Pendapat Pilpres AS Menangkan Joe Biden

oleh -21 views

Kabarsiana.com, WASHINGTON – Satu hari menjelang kampanye pemilihan presiden (pilpres) ditutup, Senin (2/11), jajak pendapat menunjukkan calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden lebih unggul dari pejawat Presiden Donald Trump. Jajak pendapat tersebut digelar Reuters/Ipsos di negara bagian bekas wilayah industri yang disebut Rust Belt.

Empat tahun yang lalu Trump menang tipis di negara-negara bagian Rust Belt. Namun, di jajak pendapat kali ini menunjukkan Biden unggul 10 persen di negara bagian yang menentukan, seperti Wisconsin dan Michigan. Ia juga unggul tujuh poin di Pennsylvania.

Dalam jajak pendapat yang digelar Reuters/Ipsos sejak awal September lalu Biden selalu lebih unggul di tiga negara bagian itu. Dua pekan terakhir keunggulannya semakin tinggi.

Reuters/Ipsos menggelar jajak pendapat di enam negara bagian Wisconsin, Pennsylvania, Michigan, North Carolina, Florida dan Arizona. Negara-negara bagian tersebut tampaknya menentukan siapa pemenang pemilihan presiden AS 2020.

Saat berita ini ditulis, sekitar 35 persen pemilih dewasa mengatakan telah memilih lebih awal. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 93 juta pemiilh.

Baca Juga :   Diduga Terdoktrin Spiritual, Seorang Ibu Sekap 4 Anak Selama 20 Tahun:

Hasil jajak pendapat ini sejalan dengan ramalan profesor sejarah yang ramalannya mengenai pilpres AS selalu tepat. Profesor Allan Lichtman menilai Biden akan menang.

Penilaiannya menggunakan metode yang dinamakan Keys to White House. Dilansir the Jerusalem Post, Senin (2/11) Lichtman menjelaskan, metodenya di stasiun televisi Fox News.

Metode yang pertama kali dicetuskan tahun 1981 bersama ilmuwan Rusia Vladimir Keillis-Borok dan dipublikasikan ke dalam buku tahun 1996 ini terinspirasi studi gempa bumi.

Metode itu memiliki 13 faktor atau yang disebut “kunci” yang menjadi indikator hasil pemilihan presiden. Sebagian besar berdasarkan performa petahana dan partainya.

Lichtman berhasil meramalkan kemenangan Donald Trump pada tahun 2016 lalu. Padahal, pengamat lain memprediksi kemenangan Hillary Clinton. Trump menyadari hal itu dan mengucapkan terima kasih pada Lichtman dalam artikelnya di the Washington Post.

“Sekarang Trump pejawat, sekitar tujuh faktor yang menentangnya, prediksi saya Donald Trump akan menjadi presiden satu periode pertama setelah George HW pada tahun 1992 yang gagal terpilih kembali dan Joe Biden akan menjadi presiden Amerika Serikat berikutnya,” kata Lichtman. (*/rol)