Inilah Pemenang Kontestasi Politik Menurut Dalmenda

oleh -60 views
PADANG (BM)– Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas (Unand) Padang, yang juga pengamat komunikasi politik , MA Dalmenda, S.Sos M.Si mengatakan, kemenangan dalam kontestasi politik tidak lepas dari kemampuan para calon dalam membangun opini.

“Pertarungan persepsi itu adalah pertarungan politik yang sesungguhnya,” kata Dalmenda kepada batammedia.com, Sabtu (20/10).

Dikatakan, membangun persepsi merupakan inti dari komunikasi politik. Siapapun yang mampu merebut persepsi masyarakat kata Dalmenda, maka dialah yang akan memenangkan kontestasi politik.
 
“Ada dua aspek penting yang perlu diperhatikan calon anggota legislatif dalam berkomunikasi dengan konstituen, yakni kompetensi dan kehangatan. Aspek kehangatan akan memiliki dampak simpati kepada calon dari masyarakat yang akan memilihnya,” ujar mantan Kabag Humas Pemko Padang Panjang itu.

“Sedangkan aspek kompetensi menyangkut kemampuan, kecerdasan dan kepintaran dalam berkomunikasi,” ujarnya lagi.

Bagi calon yang berpengalaman kata Dalmenda, dipastikan akan lebih mudah untuk mencari celah dalam proses komunikasi politik. Namun, beda cerita bagi para pemula. Mereka yang baru masuk dunia politik harus mampu memahami isu agar masyarakat meyakini kompetensi yang dimiliki.

“Dalam komunikasi politik juga dibutuhkan paduan kredibilitas, konten dan kemampuan emosi dalam menyampaikan pesan. Ketiga hal itu adalah kunci kesuksesan dalam berkomunikasi. Siapapun harus mampu meramunya dengan baik,” pungkas Dalmenda.

Lebih lanjut dikatakan, soal kemampuan seseorang untuk mengaduk emosi dalam berkomunikasi, akan sangat penting untuk menciptakan kedekatan dan daya tarik pada masyarakat.
 
“Sebagus apapun konten yang disampaikan, tetapi tidak ada ada tambahan hal-hal yang bersifat emosional, tentu tidak berdampak dan membekas,” pungkasnya.
 
Dikatakan, efektivitas media sosial untuk mendongkrak elektabilitas para caleg dewasa ini, secara umum dinilai masih lamban. Karena sebut Dalmenda, tidak semua pemilih mempunyai dan mengandalkan mesia sosial sebagai medium komunikasi yang efektif.
 
“Media sosial bagus untuk popularitas, tapi tentu tidak bisa terlalu diandalkan untuk elektabilitas. Komunikasi langsung dengan pemilih, tentu lebih menantang untuk sebuah proses menuju kemenangan. Karena berkomunikasi itu tidak hanya sebatas berkata-kata, melainkan juga berinteraksinya pikiran, rasa dan gerakan tubuh sebagai penguatan pesan yang disampaikan,” papar Dalmenda. (*)
 
Laporan: Rhobi Hendra
Editor: Ryan Syair

Baca Juga :   Warga Lahat Sumsel Tewas Diterkam Harimau saat Berkebun