IMF: Krisis Belum Selesai!

oleh -16 views

Kabarsiana.com, WASHINGTON  – Krisis akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) memang penuh misteri. Di satu titik, kita merasa sudah mampu mengendalikan penyebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut. Namun pada waktu yang lain, ternyata kita salah besar.

Ini yang terjadi sekarang. Pada pertengahan tahun sepertinya penyebaran virus corona sudah melandai, mencapai puncak, sehingga banyak negara di dunia mulai melonggarkan pembatasan sosial (social distancing). Reopening alias pembukaan kembali ‘keran’ aktivitas publik menjadi tren global.

Namun seiring peningkatan kontak dan interaksi antar-manusia akibat pelonggaran social distancing, virus corona lebih mudah menyebar (karena memang belum ada penangkalnya). Hasilnya, sejumlah negara dilanda apa yang disebut sebagai gelombang serangan kedua (second wave outbreak).

Akibatnya, social distancing yang sempat longgar kembali ketat. Negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, Spanyol, hingga Inggris lagi-lagi menerapkan karantina wilayah (lockdown) berskala nasional.

Krisis kali ini memang ujung pangkalnya adalah kesehatan. Jadi kesehatan adalah panglima, kudu jadi prioritas.

Baca Juga :   Maskapai Asia Pasifik Merugi Rp 381 T Karena Corona

Saat kesehatan jadi prioritas, maka bidang lain harus mengalah termasuk ekonomi. Lockdown tidak lain dan tidak bukan adalah ‘menyuntik mati’ aktivitas ekonomi karena warga dianjurkan untuk sebisa mungkin #dirumahaja. Mobilitas warga ditekan, sehingga praktis roda ekonomi tidak berputar.(*/hoi)