IKM & DARAM Desak Presiden Bentuk TGPF Terkait Penembakan 6 Anggota FPI

oleh -39 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Tragedi penembakan yang menewaskan 6 orang anggota Front Pembela Islam (FPI oleh aparat kepolisian pada Senin (7/12) lalu, sangat memprihatinkan dan mencederai rasa kemanusian kita dan mengusik nurani banyak pihak.

Sebagai salah satu elemen bangsa, IKM yang menghimpun sebagian besar warga Minang yang tinggal di perantauan dan tersebar di seluruh Indonesia dan juga luar negeri, ikut tersentak dengan apa yang terjadi.

Terkait kejadian yang mengejutkan itu, IKM dalam sebuah pernyataan resmi yang ditandatangani langsung oleh ketua DPP IKM, Dr H Fadli Zon SS, MSc Datuk Bijo Dirajo Nan Kuniang, tertanggal 10 Desember 2020, dengan tegas menyampaikan penyataan sikapnya yang tertuang dalam 6 diktum pernyataan, diantaranya :

1. Inalilahi wa inna ilaihi raji’un. IKM sangat prihatin dan menyesalkan terjadinya peristiwa memilukan tersebut. IKM menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan juga kepada FPI yang telah kehilangan anak, santri dan anggotanya.

2. IKM juga ikut berduka cita sedalam-dalamnya karena salah seorang korban penembakan kemarin yaitu Muhammad Suci Khadafi Poetra (21) merupakan anggota IKM yang berasal dari Suku Simabue, Nagari Sulik Aie, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tragedi penembakan terhadap putra Minang ini, menjadi duka bagi IKM. Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT, husnul khotimah, Insya Allah syahid.

3. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi falsafah Minang, yaitu Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, IKM mengutuk peristiwa penembakan terhadap 6 anggota FPI tersebut. Serta mengecam penggunaan senjata dan kekuasaan yang sewenang-wenang oleh aparat penegak hukum.

4. Agar tragedi kemanusiaan ini tak menjadi fitnah terhadap kelompok atau golongan tertentu, IKM mendesak agar Presiden segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang melibatkan Komnas HAM, elemen masyarakat sipil, serta organisasi-organisasi lain yang kompeten, untuk menyelidiki serta menginvestigasi peristiwa kejadian ini secara terbuka, transparan dan tuntas.

Baca Juga :   Korban Tewas Corona Dekati 1.000 Orang

5. IKM meminta kepada Presiden RI melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya serta melakukan pemeriksaan terhadap personil Polri yang terlibat dalam penembakan 6 warga sipil pada 7 Desember 2020 untuk memulihkan kepercayaan publik kepada Polri dan pemerintah.

6. IKM mengimbau kepada warga Minang dimanapun berada, untuk tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan ketertiban.

Sebelum DPP IKM menyampaikan pernyataan resminya, sehari sebelumnya, DPP Da’i Ranah Minang (DPP DARAM) pun menyampaikan pernyataan resminya yang ditandatangani ketua umum DPP DARAM Dr H Elfa Hendri Mukhlis, MA dan Sekretaris Jenderal Dalmilus Sumagek, SH, S Sos, M Ap.

Sikap dari organisasi keagamaan perantauan Minang ini diantaranya :

1. Menyayangkan dan prihatin dengan terjadinya peristiwa penembakan terhadap 6 anggota FPI tersebut dengan alasan apa pun.

2. Meminta dengan hormat kepada Presiden untuk mengambil langkah strategis dalam rangka penyelesaian hukum dengan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen di bawah koordinasi Komnas HAM.

3. Memproses secara hukum pihak-pihak yang terbukti bersalah dalam kejadian tersebut.

Respons dari kedua elemen perantauan Minang ini, hendaknya mendapat perhatian dari pemerintah. Karena, kalau hal ini tak disikapi serius, dikhawatirkan meninggalkan preseden buruk di kemudian hari tentang penegakan hukum. (ted)