Hubungkan Pulau-pulau di Nusantara, Menteri Perhubungan Pesan 100 Kapal untuk Tol Laut, 76 Unit Sudah Selesai

oleh -52 views
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung pembuatan salah satu kapal di Galangan Lamongan Marinir Indonesia (LMI) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. (foto : detik)

JAWA TIMUR, (BM) — Menteri Perhubungan bakal merealisasikan 100 kapal baru berbobot 35 GT untuk peningkatan implementasi pelaksanaan Tol Laut yang menghubungkan antara pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Nusantara.

Untuk memastikan prosesnya berjalan dengan baik, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau langsung pembuatan salah satu kapal di Galangan Lamongan Marinir Indonesia (LMI) Desa Sidokelar, Kecamatan Paciran, Lamongan.

“Saya kunjungi karena saya ingin memastikan bahwa Tol Laut itu memang berjalan dengan baik,” ujar Menhub saat meninjau proses pembuatan kapal Kendanga jenis Container Teus 382, di Lamongan, Sabtu (20/10/2018).

Pada kesempatan itu, Budi menjelaskan, Kementerian Perhubungan akan membangun 100 kapal baru. Kapal-kapal tersebut akan menggantikan beberapa kapal yang sudah dioperasikan perusahaan perkapalan saat ini. Pengadaan 100 kapal dengan bobot 35 GT ini sudah dilakukan sejak tahun lalu dan dibuat oleh galangan kapal di dalam negeri.

“Sebagian memang sudah selesai 76, saya akan selesaikan dalam waktu dekat ini. Termasuk bulan Desember ini akan ada beberapa yang diluncurkan,” tutur Menhub.

Baca Juga :   Bappenas: Ibu Kota Baru Berbentuk Provinsi Otonom

Seperti diketahui, salah satu misi dan visi Tol Laut yakni bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Nusantara. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok.

“Memang Tol Laut ini adalah suatu tantangan bagi kita untuk memastikan disparitas harga itu jadi suatu perbaikan, oleh karenanya kita akan lengkapi. Selain itu saya juga ingin membuat daerah-daerah bergairah, daerah-daerah ini turut serta alam pembangunan nasional,” katanya.

Untuk itu menurutnya industri industri perkapalan juga harus didukung. Dirinya mengatakan saat ini sedang berusaha diskusi bagaimana memajukan industri kapal nasional.

“Cuma saya minta kepada Galangan Kapal Nasional itu untuk melakukan konsolidasi supaya kemampuannya itu lebih baik sehingga kapal-kapal yang besar juga bisa dilaksanakan (pembuatannya) di sini,” pungkasnya. (*/dtc)

Editor : Helmy Piliang
Sumber : Detik.Com