Helikopter Tabrakan di Udara, 2 Orang Tewas

oleh -29 views

Kabarsiana.com, KUALA LUMPUR – Dua helikopter yang sedang melakukan latihan penerbangan di Kuala Lumpur, Malaysia, bertabrakan. Insiden itu menyebabkan dua orang meninggal dunia. “Kecelakaan helikopter di Taman Melawati, Kuala Lumpur telah dilaporkan pada jam 11.50 pagi, Ahad, 8 November 2020 di Bukit Melawati, Kuala Lumpur yang melibatkan dua helikopter (9M-HCA & 9MHCB) jenis G2CA,” ungkap Menteri Perhubungan Malaysia, Wee Ka Siong, di Kuala Lumpur, Minggu (8/11)

Dia menjelaskan, dua helikopter itu sedang melakukan latihan penerbangan setelah lepas landas dari Lapangan Terbang Sultan Abdul Aziz Shah (LTSAAS), Subang. Ada empat orang kru di dalam dua helikopter itu.

hanistan Bertabrakan di Udara, 9 Tentara Tewas “Kedua helikopter ini dilaporkan bertabrakan sesama mereka sendiri di udara di mana satu helikopter telah terhempas dan satu lagi berhasil membuat pendaratan darurat di kawasan lapang berdekatan SJKT Taman Melawati,” katanya. Kuala Lumpur Aeronautical Rescue Coordination Centre (KL ARCC) telah diaktifkan untuk membantu operasi penyelamatan. Informasi terbaru yang diterima menyatakan, dua orang meninggal dunia dan dua lagi korban sedang menerima perawatan pengobatan

Baca Juga :   Menteri Keuangan Eropa Kucurkan US$ 500 M Selamatkan Benua Biru

Pascakecelakaan udara tersebut, penyelidikan teknis berdasarkan Annex 13 – Aircraft Accident and Incident Investigation, International Civil Aviation Organisation (ICAO Annex 13) telah dilakukan oleh pasukan Biro Penyelidik Kecelakaan Udara (BSKU), Kementerian Perhubungan, mulai hari ini juga.

Berdasarkan ICAO Annex 13, laporan awal penyelidikan perlu disediakan dalam waktu 30 hari dari tanggal kejadian kecelakaan udara tersebut.

Tujuan utama penyelidikan dilaksanakan adalah untuk menentukan keadaan dan penyebab kecelakaan dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa dan juga mengelakkan terjadi kecelakaan yang sama pada masa mendatang,” ucap Wee. “Tim akan mengeluarkan satu laporan penuh terkait hasil penyelidikan termasuk rekomendasi bagi keselamatan penerbangan umum setelah keseluruhan penyelidikan selesai,” ujarnya. (*/ini)