Hanya dengan Satu Batang Korek Api, Saldo di ATM Anda Bisa Ludes

oleh -40 views

JAKARTA (BM)– Modus pencurian dengan cara mengganjal slot kartu pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) disebut masih memakan korban meski sudah sering terjadi. Ketenangan dan kesigapan korban dinilai jadi kunci agar lolos dari modus itu.

Kepala Unit I Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKP Malvino mengatakan aksi ganjal ATM di Jakarta masih kerap terjadi.

Salah satu kasus ganjal ATM terbesar yang pernah ditanganinya adalah kasus dengan korban dengan jumlah kerugian mencapai Rp740 juta pada Agustus 2018. Kurang sigapnya korban dalam memblokir kartu ATM yang disangka tertelan mesin menjadi salah satu pendorong.

Jangan pernah memberikan nomor PIN kepada orang tak dikenal.

“Dalam tiga hari bisa menguras begitu besar itu juga korban saat itu tidak langsung blokir, berpikirnya ‘ah tertelan, mungkin karena kesalahan sistem’. Tiga hari kemudian dia baru laporan ke call center untuk diblokir, ternyata dalam tiga hari itu sudah terkuras habis,” tutur dia di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/11).

Menurutnya, ada dua sindikat besar yang kerap melakukan modus kejahatan itu. Yakni, sindikat Sumatera dan sindikat Kalimantan. Kedua sindikat itu menguasai setidaknya 12 lokasi di Jakarta.

Baca Juga :   AICHR: ASEAN Kawasan Berkumpulnya Agama-Agama Dunia

Sindikat Kalimantan memiliki anggota sekitar tujuh orang. Sementara sindikat Sumatera memiliki anggota sekitar empat hingga lima orang. Bahkan, ada juga yang merupakan ayah dan anak dalam sindikat tersebut.

Malvino menyebut ada pembagian peran dalam anggota sindikat itu; ada yang berperan untuk membuat rekening penampung, yang mengintai situasi, yang berpura-pura jadi pengguna ATM, yang menjadi eksekutor, dan yang berperan memindahkan uang dari kartu ATM korban ke rekening kosong.

Gerai ATM tanpa pengawasan seperti di SPBU, kerap menjadi sasaran pelaku.

“Jadi dia membeli rekening dari orang-orang yang digunakan nantinya untuk menampung hasil kejahatan dari kartu debit korban, biasanya uang langsung ditransfer ke ATM penampung,” tuturnya.

Para pelaku pencurian dengan ganjal ATM yang ditangkap pun biasanya akan dijerat dengan Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Aksi Kilat

Malvino menyebut alat yang digunakan sindikat ini pun biasanya hanya satu batang korek api kayu. Perkakas itu dipakai untuk mengganjal kartu ATM di slot mesin itu supaya kartu seolah-olah tertelan. Pengganjalan slot kartu ATM itu pun tak bisa dilihat secara kasat mata.

Baca Juga :   Novel Baswedan Terima Penghargaan Antikorupsi Internasional

“Jadi di bibir [slot kartu] itu ada korek api batang dibengkokin, ketika [kartu ATM] masuk ke situ enggak masuk sebenarnya, dia [pelaku] tinggal narik,” tuturnya.

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan komplotan pencurian di ATM.

Saat beraksi, kelompok ini hanya butuh tiga orang dengan peran masing-masing. Yakni, pengintai, pemasang stiker nomor call center palsu di mesin ATM, pemasang jebakan.

“Ada juga yang berpura-pura belanja mau ambil ATM ketika orang kena,” imbuhnya.

Ketika pemilik ATM panik lantaran kartunya terjebak di dalam mesin ATM, anggota sindikat lainnya seolah-olah berbaik hati menawarkan bantuan.

“Dia pura-pura menawarkan bantuan, sambil hafalin [nomor] PIN, enggak bisa nyuruh langsung ke call center aja,” tuturnya.

Yang biasanya menjadi sasaran adalah gerai ATM yang tidak terdapat pengawasan pengamanan seperti SPBU. Keuntungan yang didapatkan pun berbeda-beda. Bahkan, ada juga yang mendapat keuntungan hanya Rp50 ribu. Kartu ATM yang didapat itu akan difungsikan sebagai rekening penampung.

“Biasanya aksi mereka di bawah 10 menit, kalau 10 menit terlalu lama,” ucapnya.

Tetap waspada saat melakukan berbagai transaksi di ATM, adalah cara aman untuk terhindar dari aksi kejahatan.

Untuk menghindari modus kejahatan itu, Malvino menganjurkan beberapa hal. Pertama, pengguna ATM mengecek lebih dulu kondisi mesin ATM untuk melihat kemungkinan kejanggalan. Kedua, gunakan tangan saat mengetikkan nomor PIN.

Baca Juga :   Industri Rumahan Tembakau Gorila Senilai Rp 4,5 Miliar Digerebek

Ketiga, sebaiknya tidak memberikan PIN kepada orang yang ada di gerai ATM itu jika kartu tak bisa keluar lagi. Keempat, Malvino mendorong korban mencari nomor call center asli dari bank terkait melalui akses internet.

“Kalau kartu tertelan segera hubungi call center dari bank itu, jangan pernah berikan pin ke orang sebelah yang pura-pura mau membantu. Mungkin karena panik akhirnya [korban mau] memberikan pinnya,” tutup dia. (*)