Golput di Denpasar Capai 204.667 Orang

oleh -27 views

Kabarsiana.com, DENPASAR – Kota Denpasar menjadi salah satu daerah yang tingkat partisipasi pemilihnya paling rendah pada Pilkada serentak 2020. Ada 444.929 Daftar Pemilih Tetap, namun hanya sekitar 240.261 orang yang menggunakan hak suara.

“Jadi ada sebanyak 54% partisipasi pemilih, yang golput itu berada di angka 204.667 orang. Tapi itu masih angka sementara,” kata Komisioner KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan saat dikonfirmasi, Jumat (11/12).

John menuturkan, apa yang terjadi di Kota Denpasar berbanding terbalik dengan yang terjadi di lima daerah lain yang juga menggelar Pilkada di Bali. Kabupaten Badung misalnya, tingkat partisipasi pemilihnya, kata John mencapai 85%.

“Di Badung itu jumlah total DPT 362.950 orang, jika persentase itu tingkat partisipasi pemilih mencapai 85%, berarti warga Badung yang menggunakan hak suaranya sebanyak 308.507 orang, sedangkan yang golput sebanyak 54.443 ribu orang,” ujarnya.

Sementara itu di Tabanan, John mengatakan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020 mencapai 81% dari jumlah DPT sabanyak 362.813 orang. Dari persentase itu, lanjut John, ada 293.878 orang yang menggunakan hak pilihnya dan 68.935 orang memilih golput.

Baca Juga :   Kendari Ditetapkan Sebagai Tuan Rumah Kongres V PAN

“Terus kalau di Bangli jumlah partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020 mencapai 83% dari jumlah total 188.924 DPT. Jadi partisipasi masyarakat Bangli pada Pilkada kemarin sebanyak 156.806 orang. Sedangkan, angka golput di Bangli sebanyak 32.188 orang,” jelasnya.

Selain itu, di Karangasem, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada sebanyak 71% dari jumlah total DPT 375.063 orang. Dari angka itu, lanjut John, partisipasi masyarakat di Karangasem yang menentukan pilihan mencapai 266.294 orang, sedangkan yang golput sebanyak 108.769 orang.

“Di Pilkada Jembrana, jumlah partisipasi masyarakat berdasarkan perhitungan cepat KPU sebanyak 78% dari total DPT di Kabupaten Jembrana sebanyak 236.746 orang. Jadi ada sebanyak 184.661 orang yang menggunakan hak suara dan yang tidak menggunakan hak suaranya sebanyak 52.085 orang,” jelasnya.

Dari data yang diperoleh itu, John mengatakan secara keseluruhan ada sebanyak 1.450.407 masyarakat Bali yang menggunakan hak pilihnya pada Pilkada di 6 Kabupaten atau Kota se Bali.

Sedangkan yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput mencapai 521.017 orang. “Data itu masih berdasarkan hasil hitung cepat, data resmi akan didapat setelah selesai rekapitulasi di kecamatan hingga Kabupaten atau Kota,” tuturnya. (*/knb)