Gatot Nurmantyo akan Dianugerahi Bintang Mahaputera

oleh -24 views

Kabarsiana.com, JAKARTA  РPresiden Joko Widodo (Jokowi) akan menganugerahkan gelar Bintang Mahaputera kepada mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo pada pekan depan. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam akun Twitter resminya @mohmahfudmd, Selasa (3/11).

Selain Gatot, Bintang Mahaputera juga akan dianugerahkan kepada eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat.

Presiden, menurut Mahfud, juga akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada SM Amin dan Soekanto.

Kicauan Mahfud sempat menuai pertanyaan dari salah satu warganet yang mempertanyakan apakah benar semua mantan panglima TNI mendapatkan Bintang Mahaputera.

“Ya, semua mantan panglima dan semua mantan menteri serta pimpinan lembaga segara yang selesai satu periode juga dapat BM. Itu harus diberikan tanpa pandang bulu,” ujar Mahfud.

Terakhir kali Presiden memberikan penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8\). Turut menerima penghargaan antara lain dua sosok yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, yaitu Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Baca Juga :   70 SPBU Pertamina Siaga di Jalur Mudik dan Wisata Kalimantan

Sejumlah kalangan mengkritik pemberian gelar Bintang Mahaputera Nararya kepada politikus Partai Gelora Indonesia dan Partai Gerindra tersebut. Sebab, Fahri dan Fadli kerap mengkritik kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berbicara kepada wartawan selepas acara, Jokowi angkat suara perihal penganugerahan Bintang Mahaputera Nararya kepada dua sosok tersebut.

“Ya ini penghargaan ini diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa bangsa dan negara dan ini mempunyai pertimbangan yang matang. Jadi pertimbangan sudah matang,” ujarnya.

“Bahwa ada pertanyaan mengenai pak Fahri Hamzah, pak Fadli Zon, ya berlawanan dalam politik, kemudian dalam berbeda dalam politik, bukan berarti kita bermusuhan berbangsa bernegara. Ini yang namanya negara demokrasi. Saya berkawan baik dengan pak Fahri Hamzah, berteman baik dengan pak Fadli Zon. Inilah Indonesia,” lanjut Jokowi.(*/miq)