Gasak 71 Unit Handphone, 3 Begal Tewas di Dor

oleh -19 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Tim Khusus Anti Begal Pesepeda yang dibentuk Polda Metro Jaya berhasil menangkap kawanan begal yang menggasak 71 handphone milik korban. Ada tiga pelaku yang berhasil ditangkap dan terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan.

“Ada tiga pelaku. Ketika kita lakukan pengangkapan, yang bersangkutan ini melakukan perlawanan dan berupaya merebut senjata tim khusus ini,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Sabtu (7/11).

“Mereka lakukan perlawanan akhirnya kita lakukan tindakan tegas terukur dan dalam perjalanan ketika dibawa ke RS di perjalanan meninggal,” lanjutnya.
Ketiga pelaku berinisial RAF, FA, dan ADN. RAF dan FA adalah residivis dengan daftar kejahatan sebanyak 4 kali.

Penangkapan bermula dari pengembangan polisi yang berasal dari tiga Laporan. Ketiga laporan ini berdasar dari tiga kali tindak kejahatan yakni pada Rabu 9 September, Minggu 25 Oktober, dan Minggu 1 November.

Polisi awalnya menangkap RAF dan FA. RAF melawan saat akan ditangkap sehingga ditembak oleh anggota.

Kemudian, FA mengungkapkan bahwa hasil tindakan kejahatannya dijual kepada tersangka lain berinisial B di kawasan Roxy dan diteruskan kepada tersangka A di kawasan Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga :   Januari, Kartu Sehat Bekasi Dihentikan

“Selain dengan RAF, FA juga melakukan kejahatan bersama ADN. Tim juga berhasil menangkap ADN,” ungkapnya.

Dari FA dan ADN, mereka berhasil mendapatkan informasi bahwa A tinggal di Indramayu Kota, sementara tersangka B berpindah-pindah. Tim khusus lalu bergerak ke Indramayu.

“Selanjutnya timsus berhasil menangkap A dan KR di Indramayu. Saat ditangkap didapatkan barang bukti sebanyak 71 buah handphone yang tidak dilengkapi kotak handphone diduga hasil kejahatan,” jelasnya.

Tim khusus kemudian mengembangkan lagi temuan ini dan berupaya mengejar B. Tapi saat mengejar B, FA dan ADN berupaya kabur sehingga polisi memberikan tembakan kepada FA dan ADN. Keduanya tewas.

Tewasnya FA dan ADN membuat polisi kehilangan petunjuk untuk mengejar B. Sehingga sampai saat ini, B masih dalam pencarian polisi alias DPO.
Tersangka dikenai pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 (tujuh) tahun, pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 (empat) tahun, dan pasal 481 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 (tujuh) tahun.

Untuk barang bukti polisi mengamankan tiga unit HP milik pelaku penjambret, satu buah sweater milik pelaku, dan satu unit motor Yamaha Mio berwarna putih. Sementara dari tersangka penadah ada 71 Buah HP diduga hasil kejahatan dan empat buah HP yang digunakan para pelaku untuk komunikasi.(*/kpr)