Ekonomi Pulau Dewasa Minus 12% Lebih

oleh -13 views

Kabarsiana.com, JAKARTA  РBadan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 tumbuh negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Kontraksi ekonomi selama dua kuartal beruntun sudah memenuhi syarat Indonesia masuk masa resesi ekonomi.

Hampir seluruh provinsi pun masuk ‘jurang’ resesi karena mengalami kontraksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dua kuartal beruntun. Hanya tiga provinsi yang mampu membukukan pertumbuhan positif pada kuartal III-2020 yaitu Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara.

5 Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbaik
Maluku Utara (Kuartal II) -0,16 % (Kuartal III) 6,66 %
Sulawesi Tengah -0,06 % 2,82 %
Kalimantan Utara -3,14 % 1,46 %
Gorontalo -0,27 % -0,07 %
Bengkulu -0,45 % -0,09 %

Maluku Utara jadi provinsi paling impresif dengan membukukan pertumbuhan ekonomi 6,66%. Dari sisi lapangan usaha, penopang utamanya adalah industri pengolahan yang melonjak 106,98%.

Sementara provinsi yang paling merana adalah Bali. Pada kuartal III-2020, PDRB Pulau Dewata terkontraksi 12,28%. Lebih parah ketimbang kuartal sebelumnya yaitu 10,98%.

Berdasarkan lapangan usaha, penyumbang terbesar PDRB Bali adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum. Pada kuartal III-2020, porsinya adalah 17,46%.

Baca Juga :   Semua Ormas Diimbau Taat pada UUD 1945 dan Pancasila

Nah, sektor ini mengalami kontraksi paling dalam di antara sektor lainnya yaitu turun 7,08%. Jadi tidak heran ekonomi Bali ‘tiarap’.

Dominasi sektor akomodasi makan-minum menjadi penegas bahwa pariwisata adalah motor utama penggerak ekonomi Bali. Sayangnya, sektor ini adalah yang terdepan kena pukulan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). (*/aji)