DPRD Kuansing Sesalkan Pemkab Belum Miliki BPBD, Penyaluran Bantuan Korban Banjir Terkendala

oleh -49 views
Kapolres Kuansing dan Bupati Kuansing sedang meninjau tiga kecamatan yang terdampak banjir. foto : ardya

KUANSING (BM) – Dari beberapa kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau, hanya Kabupaten Kuansing satu-satunya daerah yang belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dengan tidak adanya badan atau instansi pemerintah khusus yang mengurusi bencana tersebut, Pemerintah kabupaten Kuantan Singingi kesulitan dalam menyalurkan bantuan.

Hal ini diakui Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana Sekretariat Pemkab Kuansinf, Yunita Tresia SH, MH kepada wartawan, di Teluk Kuantan, Senin (5/11).

Menurut Yunita, Pemkab Kuansing sudah melakukan pembahasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

“Iya, sedang proses. Perbup-nya sebetulnya sudah selesai. Sekarang sedang menunggu itu. Nanti kalau sudah uji publik, baru kita sampaikan ke dewan,” kata Yunita.

Sampai saat ini, lanjut Yunita, Pengajuan OPD tersebut tidak ada kendala. Pihaknya juga akan menyampaikan dua OPD lainnya seperti Dinas Perkebunan dan Disnaker.

Terpisah Kabag Humas Setda Kuansing, Ridwan Amir mengatakan bahwa, untuk bantuan terhadap korban banjir, Pemkab Kuansing belum bisa menyalurkan bantuan.

“Kemarin pak bupati bersama pak Kapolres dan Dinas sudah meninjau di tiga kecamatan dampak banjir. Mengenai bantuan, hari ini dirapatkan bersama Forkompinda untuk menarik dana Biaya Tak Terduga (BTT) dengan status tanggap darurat bencana,” ujar Ridwan Amir, kemarin.

Baca Juga :   UU Cipta Kerja tak Penuhi Azas Kepastian Hukum

Menanggapi belum adanya bantuan dari Pemkab Kuansing untuk korban banjir, Ketua Komisi C DPRD Kuansing, Andi Cahyadi dari awal sudah menginngatkan kepada Pemkab Kuansing.

“Seharusnya dari dulu Pemkab Kuansing menyiapkan OPD ini. Jangan karena sudah datang bencana baru sibuk. Kan rugi kita jadinya, yang seharusnya ada bantuan dari pusat, malah kita tidak dapat,” sesal Andi Cahyadi. (*).

laporan : ardya chaniago
editor : helmy piliang