Dilengserkan Biden, Trump Siap Tempuh Jalur Hukum

oleh -31 views

Kabarsiana.com, WASHINGTON  – Presiden petahana Amerika Serikat (AS) Donald John Trump dari Partai Republik serta para sekutunya menegaskan tak akan menyerah dalam waktu dekat ini meskipun hasil Pilpres AS menunjukkan Trump-Mike Pence kalah melawan Joe Biden-Kamala Harris dari Partai Demokrat.
Trump kalah dalam pemilihan presiden AS melawan Biden dengan 290 versus 214 suara elektoral pada Minggu (8/11) pagi.

Biden juga mendapatkan total voting populer 75.193.022 (50.6%), sementara Trump sebanyak 70.804.968 (47.7%) berdasarkan data The Associated Press.
Trump, yang selalu mengeluarkan tuduhan yang tidak terbukti selama pemilihan, mengatakan pada Sabtu (7/11) jika ia akan membawa perkara kekalahannya ini ke jalur hukum.

Para sekutu Trump dari Partai Republik sebagian besar mendukung strateginya atau sebagian lainnya tetap diam.

“Fakta sederhananya, pemilihan ini masih jauh dari selesai,” kata Trump dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

“Joe Biden belum disertifikasi sebagai pemenang di negara bagian mana pun, apalagi negara bagian yang sangat diperebutkan menuju penghitungan ulang wajib, atau negara bagian di mana kampanye kami memiliki tantangan hukum yang valid dan sah yang dapat menentukan pemenang akhir,” tegasnya.

Baca Juga :   Mantan Presiden AS Ucapkan Selamat untuk Biden

Di sisi lain, para sekutu dan penasihat Trump secara pribadi mengakui bahwa peluangnya untuk membalikkan hasil pemilihan dan tetap di Gedung Putih sangat kecil.

Sambil mempersiapkan konsesi akhir, mereka meminta waktu untuk membiarkan proses hukum berjalan dengan sendirinya.

“Dia harus membiarkan penghitungan ulang dilanjutkan, mengajukan klaim apa pun yang ada, dan kemudian jika tidak ada perubahan, dia harus mengakui,” kata seorang penasihat Trump.

Kampanye Trump dan Partai Republik telah membawa banyak tuntutan hukum atas dugaan penyimpangan pemilihan presiden tahun ini. Para hakim mengajukan kasus di negara bagian Georgia, Michigan dan Nevada.

Di Pennsylvania, hakim berpihak pada Partai Republik dan memerintahkan beberapa surat suara sementara disisihkan dan memberi pengamat Republik akses yang lebih besar untuk penghitungan suara. Pakar hukum mengatakan tantangan hukum terlalu sempit untuk berdampak pada hasil pemilu.

Sementara itu, Partai Republik berusaha mengumpulkan setidaknya US$ 60 juta untuk mendanai tantangan hukum, menurut sumber mengatakan kepada Reuters.

“Dia harus memastikan setiap suara dihitung dan menuntut transparansi. Itu menempatkan dia pada dasar retorika yang kuat,” kata mantan pejabat Gedung Putih lainnya.

Baca Juga :   Kasus Corona di India Tembus 9 Juta

Saat Biden dan Kamala Harris memberikan pidato kemenangan di di Kota Wilmington, Delaware, Trump sedang berada di properti golf-nya di Virginia.

Trump kemudian terlihat berada di Gedung Putih dengan memakai topi “Make America Great Again” dengan wajah tampak muram dan ponsel di tangannya.

Di sisi lain, para pendukung Biden sedang berkumpul dan merayakan kemenangan presiden pilihan mereka di dekat Gedung Putih.(*/tas)