Di Padang Pariaman, Keranda Jenazah dan Korban Lakalantas Diarak dalam Kondisi Berdarah-darah

oleh -55 views
PADANG PARIAMAN (BM)– Pemandangan unik dan sedikit menyeramkan, lagi-lagi diemui saat melintas di jalur Padang-Bukittinggi via Lubuk Alung Kab. Padang Pariaman. Diiringi sejumlah petugas Satuan Lalulintas, sebuah keranda jenazah dan beberapa orang korban kecelakaan lalulintas yang masih berdarah-darah, digotong dan diarak di jalanan utama Padang Pariaman.
Keranda jenazah itu bukanlah sungguhan. Benda pembawa mayat itu sengaja ditampilkan dalam rangkaian pawai korban laka lantas bertajuk “Keranda Berjalan di Padang Pariaman”, Selasa (16/10). Pun mereka yang dalam kondisi diperban dan berdarah-darah. Mereka adalah aktor yang merepresentasikan duka dan dampak yang dialami para korban kasus kecelakaan lalulintas.
Pawai dilepas oleh Kapolres Padang Pariaman di halaman Mako Satlantas, untuk selanjutnya diarak menuju kawasan Pasar Lubuk Alung. Aksi itu sontak menyedot perhatian dari masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.
“Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan Kamseltibcar lantas di wilayah hukum Polres Padang Pariaman. Kita ingin menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan dalam berlalulintas, agar terhindar dari musibah kecelakaan,” kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP. Rizki Nugroho, SE. MM.Tr dalam sambutannya pada acara pembentukan dan deklarasi komunitas korban laka lantas dan pelepasan pawai “Keranda Berjalan di Padang Pariaman” kemarin itu.
Dikatakan Rizki, keselamatan di jalan raya merupakan hal utama yang harus menjadi prioritas bagi pengendara. Karena dari sejumlah data yang ada, kecelakaan lalulintas adalah penyumbang angka kematian tertinggi ketiga di dunia, setelah jantung dan TBC.
Kasat Lantas Polres Padang Pariaman Iptu. Yuliadi, SH. MH mengatakan, adapun tujuan dari pembentukan komunitas korban kecelakaan lalulintas tersebut, tak lain untuk memberikan wadah komunikasi serta edukasi kepada para korban laka lantas. Selanjutnya anggota komunitas ini diharapkan dapat menjadi pioneer dalam menyampaikan pesan-pesan tertib berlalulintas dengan menceritakan pengalamannya ketika menjadi korban kecelakaan lalulintas kepada masyarakat.
Tentunya dengan harapan agar masyarakat menyadari akan pentingnya keselamatan berlalulintas, agar terhindar dari kecelakaan lalulintas,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kasat Lantas menyebutkan jika selama periode Januari hingga 15 Oktober 2018, total kasus lakalantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Padang Pariaman tercatat sebanyak 227 kasus. Dari angka kasus tersebut, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 40 orang, luka berat satu orang, luka ringan 392 orang. Sementara total kerugian materil lebih kurang Rp 517juta rupiah.
Dari seseretan kasus kecelakaan yang terjadi, semoga bisa menjadi peringatan dan pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa mengutamakan ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas,” imbuh Yuliadi. (*)
Editor: Ryan Syair

Baca Juga :   AKBP Fibri Karpiananto Pamit, Personil dan Bhayangkari Lepas dengan Haru dan Sedih