Dari 142 BUMN, Baru 15 yang Berikan Keuntungan ke Negara

oleh -90 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Rapat kerja antara Komisi VI DPR RI bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menghasilkan sesuatu yang mengejutkan saat membahas keuntungan yang didapat BUMN.

Di mana, Erick Thohir selaku orang nomor satu di Kementerian BUMN membeberkan fakta mengejutkan. Kepada DPR, ia menyebutkan bahwa dari 142 BUMN yang ada di Indonesia, hanya 15 BUMN yang memberikan keuntungan besar kepada negara.

BUMN diketahui menyumbangkan keuntungan kepada negara mencapai Rp 210 triliun. Sayangnya, 76 persen dari pendapatan itu hanya berasal dari sebagaian kecil BUMN saja, yakni berjumlah 15 perusahaan.

Erick menjelaskan bahwa perusahaan pelat merah yang paling banyak menyumbangkan pendapatan bagi negara hanya berasal dari berbagai sektor saja. Mereka adalah BUMN yang bergerak di perbankan, telekomunikasi, minyak dan gas. “Nah ini yang tentu kita perlu antisipasi ke depan karena memang ke-15 perusahaan ini lebih banyak fokus di bidang perbankan, telkom, komunikasi, dan oil and gas,” kata dia di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta pada Senin (2/12).

Baca Juga :   17 Juni Liga Primer Inggris Kembali Bergulir

Dari sektor-sektor tersebut, jika dikaitkan dengan perkembangan teknologi saat ini, dia tak tahu nasib industri perbankan 10 tahun ke depan. Sebab, saat ini perkembangan pembayaran digital atau fintech sangat pesat.

Melihat fenomena tersebut, Erick Thohir pun ingin memaparkan strategi jangka menengah dan panjang dari BUMN pada rapat selanjutnya. “Alasannya, karena kami di sini bersama wakil menteri niatnya bukan hanya sekadar menyelesaikan tugas yang kita juga tidak tahu apakah 2 tahun atau 5 tahun. Tapi bagaimana kita terapkan pondasi supaya ke depan siapa pun yang bisa jalankan bisa jalankan BUMN secara profesional transparan dan lebih baik,” terang Erick.

Sementara itu, sebelumnya Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa ada tujuh BUMN yang merugi meski sudah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Ketujuh BUMN tersebut adalah PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel. (*/wk)