Bonus Demografi Tak Melulu Janjikan Surga, Suir Syam: Butuh SDM yang Mumpuni

oleh -60 views

DHARMASRAYA (BM)– Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pembangunan. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa, sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa itu sendiri.

“Saat ini, kita tengah memasuki suatu era yang sangat menentukan dalam perjalanan bangsa. Ya, era bonus demografi yang sudah mulai berjalan dan akan mencapai puncaknya hingga 2030 mendatang,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, dr H Suir Syam M.Kes MMR di hadapan 300an peserta sosialisasi program BKKBN di Nagari Panyubarangan, Dharmasraya, Senin (15/10).
 
Bonus demografi terang Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini, pada prinsipnya memang menawarkan peluang dan kesempatan emas bagi bangsa ini untuk menggenjot pertumbuhan sektor ekonomi. Namun dibalik itu, bonus demografi justru akan berbalik menjadi sebuah ancaman jika tidak siap dalam menyongsongnya.
 
“Apakah kita siap lepas landas menuju negara maju, atau justru menjadi korban dari bencana demografi. Inilah persoalan dan tantangan kita ke depan,” kata Suir Syam.
 
Bonus demografi imbuh Walikota Padang Panjang periode 2003-2013 itu, adalah sebuah kondisi dimana populasi masyarakat usia produktif jauh lebih besar jika dibandingkan dengan usia nonproduktif. Kondisi ini, seyogyanya tentu menjadi peluang emas untuk memacu pertumbuhan ekonomi, sektor rill dan meningkatkan daya saing.
 
“Normatifnya begitu. Selain kesempatan untuk membawa sebuah negara menuju arah yang jauh lebih baik, bonus demografi harus membawa kesejahteraan bagi segenap rakyatnya,” tandas Suir Syam.
 
Meski terdengar menyenangkan, namun untuk meraih momentum bonus demografi imbuh Suir Syam yang kembali maju ke DPR RI dari Partai Gerindra Dapil Sumbar 1 itu, bukanlah perjuangan semudah membalik telapak tangan. Surga yang dijanjikan, bisa saja petaka yang didapatkan.
 
“Agar bonus demografi ini tidak berubah menjadi bencana, maka langkah paling utama dan teramat krusial adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satunya melalui pembekalan ilmu pengetahuan yang mumpuni, kesehatan yang baik dan keterampilan yang cukup, sehingga memenuhi kualifikasi kebutuhan pasar kerja,” paparnya.
 
Dalam kaitannya dengan BKKBN, Suir Syam juga mengajak masyarakat untuk benar-benar memperhatikan tumbuh kembang anak sejak usia lahir hingga 1000 hari pertama kehidupan. Selain asupan ASI eksklusif, para orangtua juga diminta untuk makin cerdas dalam mengurusi kebutuhan gizi, hingga stimulus perkembangan buah hati.
“Khusus bagi generasi muda, katakan tidak pada seks pranikah, pernikahan usia dini dan tentunya tidak untuk narkoba. Menghadapi bonus demografi, generasi muda harus optimis dalam menyambut masa depannya,” pungkas Suir Syam, yang pada kesempatan itu juga memberikan bantuan satu unit televisi untuk Kantor Walinagari Panyubarangan. (*)
Laporan: Rhobi & Rahmad
Editor: Ryan Syair

Baca Juga :   Banjir Landa Manado, Ketinggian Air Capai 2 Meter