Boeing 737 Max Kembali Mengudara

oleh -27 views

Kabarsiana.com, SEATLE – Regulator penerbangan di Amerika Serikat (AS) mengizinkan Boeing 737 MAX untuk kembali mengudara. Sebelumnya pesawat ini ‘dikandangkan’ 20 bulan pasca-dua kecelakaan fatal Lion Air JT610 dan Ethiopian WT302 di 2018 dan 2019.

Administrasi Penerbangan Federal (The Federal Aviation Administration/FAA) mengatakan persetujuan seiring “tingkat tinjauan kolaboratif dan independen yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh otoritas penerbangan di seluruh dunia”.

“100 persen nyaman,” kata Administrator FAA Steve Dickson dalam sebuah video sebagaimana dimuat AFP, Kamis (19/11), saat melakukan uji coba penerbangan dengan keluarganya.

Boeing menilai persetujuan FAA ini sebagai sejarah penting dalam perusahaan. Terutama untuk memulihkan reputasi.
Sementara itu, keluarga korban kecelakaan Boeing 737 Max mengecam keputusan ini. Hal ini disampaikan tegas melalui Kantor Hukum Clifford.

“Kerahasiaan agresif dari FAA membuat kita tidak percaya Boeing 737 MAX aman,” kata Michael Stumo, yang putrinya meninggal dalam kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines pada Maret 2019.

“Kita diberi tahu bahwa pesawat itu aman saat disertifikasi pada Maret 2017 dan lagi setelah kecelakaan Lion Air pada Oktober 2018. ‘Percayai kami (Boeing dan FAA)’ tidak berfungsi lagi.”

Baca Juga :   112 Titik Karhutla Terpantau di Sumatera

Untuk mendapatkan lagi izin dari FAA, Boeing melakukan perubahan pada Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Fitur anti-stall ini dianggap menyebabkan kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Dickson dalam sebuah wawancara dengan CNBC International menyebut perubahan ini membuat pesawat tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Pengumuman baru FAA ini bakal memuluskan pengiriman 450 pesawat MAX Boeing yang sudah dipesan namun ditunda pengirimannya.

“Jet-jet itu harus diperiksa FAA sebelum masuk ke layanan,” kata Dickson. Meski begitu FAA masih harus menyetujui protokol pelatihan pilot sebelum jet itu kembali beroperasi.

Sebelumnya Boeing melaporkan kerugian selama empat kuartal terakhir. Krisis Boieng 737 Max merugikan perusahaan hingga US$ 20 miliar, termasuk biaya produksi dan kompensasi ke maskapai. (*/sef)