Biro Kerjasama Rantau Pemprov Sumbar, Gandeng Perantau Berdayakan Nagari

oleh -68 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Biro Kerjasama Rantau, membuat terobosan yang pantas diapresiasi dan diacungi jempol. Banyaknya jumlah perantauan Sumatera Barat di negeri orang, mereka lirik menjadi sebuah kekuatan untuk memberdayakan kampung halaman yang berada jauh di Ranahminang.

Melalui kerjasama tersebut, maka orang rantau “sato sakaki” dalam memberdayakan daerah mereka dalam bentuk pembinaan yang berkelanjutan, sehingga potensi yang ada di nagari masing-masing benar-benar terangkat ke permukaan.

Untuk tahap awal, setiap kabupaten/kota kebagian satu nagari untuk diberdayakan sehingga nantinya benar-benar kuat dan mandiri dengan campur tangan orang rantau itu. Melalui keputusan Gubernur Sumatera Barat bernomor : 400-144-2018 tentang penetapan desa/nagari/kelurahan percontohan binaan biro kerjasama rantau Provinsi Sumatera Barat tahun 2018.

“Dari usulan kabupaten/kota melalui instansi terkait, maka didapatlah 11 nagari, 5 kelurahan dan 3 desa yang masuk program percontohan untuk dibina oleh perantau masing-masing,” kata Kepala Biro Kerjasama Rantau, Setdaprov Sumbar. Luhur Budianda.

Campur tangan perantau dalam membina, membangun dan mmbrdayakan daerah masing-masing, diyakini mantan Kepala Kantor Penghubung itu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan ksjahteraan masyarakat di daerah bersangkutan.

Baca Juga :   Gempa Bumi di Indonesia Hampir 12.000 Kali pertahun

“Dengan model pembinaan seperti ini, tentu kami berharap selain daerah terberdayakan, potnsi yang ada di daerah pun muncul kepermukaan dan pada akhirnya meningkatlah kesejahteraan masyarakat di daerah yang dibina,” imbuhnya.

Daerah yang telah di tetapkan untuk dibina tersebut, rinci Luhur Budianda adalah : Nagari Sungayang di Kabupaten Tanahdatar dengan potensi yang akan dikembangkan seperti pariwisata, industry kerajinan dan industri makanan ringan.

Selanjutnya Nagari Sungai Kamuyang di Kabupaten 50 Kota untuk sektor pariwisata dan kuliner. IV Koto Pulau Punjung di Kabupaten Dharmasraya untuk pariwisata dan kuliner. Nagari Lawang di Kabupaten Agam melalui pariwisata dan kuliner.

Nagari Ganggo Mudiak di Kabupaten pasaman dengan potensi yang diangkat pariwisata dan kuliner. II Koto Aur Malintang Selatan di Kabupaten Padang Pariaman melalui pariwisata serta pembibitan kelapa dan jagung. Nagari Kambang Barat di Kabupaten Pesisir Selatan untuk pariwisata. Nagari Aur Kuning di Kabupaten Pasaman Barat pada sektor pariwisata dan industri makanan ringan.

Sementara itu, Kabupaten Solok mengapungkan Nagari Sulit Air untuk pengembangan potensi pariwisata, home industry dan kuliner. Nagari Lubuk Tarok di Kabupaten Sijunjung mengusulkan potensi pariwisata. Nagari Sungai Kunyit Selatan di Kabupaten Solok Selatan untuk potensi pariwisata dan kuliner.

Baca Juga :   Panitia Penobatan Ninik Mamak Kampa Sambangi Bupati Kampar

Desa yang masuk usulan adalah Desa Tua Pejat di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk potensi pariwisata dan inddustri kerajinan.  Desa Kurai Taji di Kota Pariaman untuk potensi pariwisata dan perdagangan serta Desa Silungkang Tigo di Kota Sawahlunto untuk potensi pariwisata, kuliner dan industry kerajinan.

Sementara itu, 5 kelurahan yang juga ditetapkan dalam program ini adalah Kelurahan Batang Arau di Kota Padang untuk pengembangan potensi pariwisata dan kuliner. Keluarahan Aur Kuning di Kota Bukittinggi untuk potensi pariwisata dan kuliner. Kelurahan Tanah Garam di Kota Solok untuk potensi kuliner.

Kelurahan Sungai Durian di Kota Payakumbuh untuk potensi pariwisata dan kuliner rumahan rendang serta Kelurahan Ekor Lubuk di Kota Padang Panjang melalui potensi pariwisata dan social budayanya. (ted)