Berpusat di Padang Panjang, Guncangan “Gampo” Makin Dahsyat

oleh -45 views

PADANG PANJANG, BM– Semakin hari, guncangan “Gampo” dirasa semakin dahsyat. Getaran Gampo non tektonik dan bukan pula vulkanik yang berpusat di Kota Padang Panjang itu, tak serta merta membuat masyarakat panik. Kehadirannya, justru kian membakar semangat warga untuk menyatakan perang melawan segala bentuk money politic.

Ya, Gampo yang dimaksud adalah Gerakan (masyarakat) Anti Money Politik. Sebuah gerakan moral yang lahir dari buah fikir dan gagasan bersama dari berbagai unsur dan lapisan masyarakat Padang Panjang. Sebuah kesepahaman yang mengurat, didukung penuh lintas generasi, lintas partai, lintas institusi, bahkan melintasi ruang (ranah dan rantau).

“Tidak ada lagi alasan untuk tidak bersebaris dengan gerakan moral ini. Ketika nilai-nilai suci sebuah demokrasi rusak karena ambisi kotor banyak politikus, maka disanalah kita terpanggil untuk bersama-sama memperbaikinya, membersamainya,” ujar Deny, salah seorang tokoh muda pemrakarsa lahirnya Gampo di tanah rantau kepada media ini, Selasa (8/1).

Audiensi bersama Walikota Padang Panjang, Fadly Amran.

Bicara gerakan moral ini, artinya kita berbicara tentang masa depan sebuah kota dan masyarakatnya. Kita berbicara tentang harapan, mimpi dan sebuah tatanan yang lebih baik,” imbuh Deny.

Baca Juga :   Polisi Tahan 17 Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19

Senada dengan Deny, tokoh muda Padang Panjang yang juga aktor utama dibalik kelahiran Gampo Padang Padang Panjang, Leon Simon Moechlis juga menekankan hal senada. Dikatakan, Gampo merupakan gerakan moral masyarakat Padang Panjang yang terintegrasi dalam kesamaan tekad dan tujuan, “perang melawan segala bentuk praktik politik uang”.

“Ini merupakan tanggungjawab moral. Kita wajib membersamainya. Apapun bentuk praktik politik uang, adalah musuh bersama yang harus dilawan,” ujar Leon yang turut didampingi motor penggerak Gampo diantaranya, M. Ghandi, Rini Wati dan lainnya.

Hingga kini imbuh Ghandi, jangkauan guncangan Gampo terus mereka perlebar. Tidak hanya masyarakat yang nuraninya terpanggil dengan gerakan moral itu, namun beberapa caleg lintas partai juga telah memproklamirkan diri mereka untuk bergerak dan berguncang bersama Gampo.

Usai bersilaturrahmi dan audiensi dengan Bawaslu Padang Panjang.

“Kita juga terus mengintansifkan komunikasi, silaturrahmi dan audiensi dengan pihak-pihak terkait. Seperti KPU, MUI, Bawaslu, bahkan Walikota Padang Panjang juga sudah kita sambangi. Alhamdulillah, semua mendukung penuh,” timpal Rini Wati.

Terpisah, perantau Padang Panjang Wirman, SH, yang ikut memberikan dukungan penuh terhadap gerakan moral masyarakat Padang Panjang itu, siap bersama-sama Gampo untuk mewujudkan Padang Panjang yang bersih dari praktik money politik.

Baca Juga :   Bocah 10 Tahun Ditangkap Polisi karena Tawuran

“Alhamdulillah, dukungan terus mengalir. Tidak hanya di kampung halaman, getaran Gampo juga mulai mengusik nurani anak rantau di seluruh pelosok negeri, bahkan yang berada di luar negeri,” ujar Wirman.

Dari komunikasi intens yang terjalin, para perantau ujar pengacara di Pekanbaru Riau itu berharap agar deklarasi Gampo yang direncanakan 19 Januari 2019 mendatang, bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Bersilaturrahmi dengan Ketua MUI Padang Panjang.

“Harapan mereka dan kita semua tentunya, gerakan ini akan memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk bisa memilih pemimpin dan wakil rakyat yang bermoral dan amanah,” tandas Wirman.

Dukungan juga datang dari anak rantau Padang Panjang di Bandung, Permana Benn. “Gerakan bersama yang sederap ini sangat krusial untuk Padang Panjang 5 tahun ke depan. Bahkan, mencukupi untuk 20 sampai 75 tahun yang akan datang. Dan saya akan menjadi orang pertama yang percaya soal itu,” ujar Benn.

Pembaharuan kata Benn, hanya lahir sekali dalam interval yang panjang. Kerna abad tidak banyak memberikan momen penting. “Apapun itu, Gampo memang sudah menjadi kehendak alam dan jaman,” pungkasnya. (*)