Banjir Bandang, 9 Penambang Emas Terjebak di Goa

oleh -57 views

Kabarsiana.com, LEBAK – Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat kemarin menimbulkan banjir bandang serta tanah longsor di Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bahkan, sejumlah penambang emas yang dikabarkan berjumlah sembilan orang terjebak di dalam gua atau jalur penambangan sedalam 500 meter.

Hingga Sabtu 7 Desember malam, para penambang emas ilegal atau gurandil itu masih berada di dalam lubang. Mereka terjebak di sana saat menggali emas di bekas pertambangan di bawah kaki Gunung Citorek. Dari 12 orang yang terjebak pada Jumat kemarin, tiga pekerja berhasil menyelamatkan diri dari longsoran tanah.

Anggota TNI dari Kodim 0603 Lebak telah menerjunkan 80 personel untuk mencari korban. Selain itu, petugas Basarnas, Tagana, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta aparat kepolisian juga dikerahkan untuk membantu evakuasi para korban.

Komandan Kodim Lebak Letkol Kav Yudha Setiawan mengatakan, petugas juga sudah mengerahkan alat berat untuk membuat jalur evakuasi. Namun, hujan yang terus mengguyur wilayah ini membuat air kembali menggenangi lubang-lubang lokasi penambang liar. Alat berat pun tidak bisa bekerja maksimal.

Baca Juga :   Megawati Terima Gelar Dr HC Ke-9

Hujan deras yang turun turut membuat longsor dari atas gunung. Akibatnya, tim gabungan yang terkendala cuaca belum bisa mengevakuasi para korban.

“Kami berupaya membuat saluran sehingga air itu bisa keluar dari lubang dan bisa dimasuki tim evakuasi. Namun karena tadi hujan, air masuk kembali, sehingga proses evakuasi belum bisa dilakukan. Kedalamannya pun mencapai 500 meter,” kata Yudha, Sabtu 7 Desember 2019 malam, seperti dikutip dari iNews.id. (*/okz)