Badai Eta “Hajar” Guatemala, Setidaknya 50 Orang Tewas

oleh -14 views

Kabarsiana.com, SAN CRISTOBAL  – Setidaknya 50 orang telah tewas akibat tanah longsor di Guatemala setelah hujan lebat dan angin kencang yang dibawa Badai Eta menghantam negara Amerika Tengah itu.

Presiden Guatemala Alejandro Giammattei mengatakan sekira setengah dari angka kematian itu terjadi di San Cristobal Verapaz, di mana sebuah lereng bukit runtuh dan mengubur sekira 20 rumah di bawah lumpur tebal.

Eta mendarat di Nikaragua yang bertetangga dengan Guatemala Eta sebagai badai Kategori Empat dengan kecepatan angin 225km / jam dan hujan lebat pada Selasa (3/11). Badai itu kemudian melemah menjadi depresi tropis saat pindah ke negara tetangga Honduras dan kemudian Guatemala.

Dalam konferensi pers Kamis (5/11) Giammattei mengatakan Eta membawa hujan deras dan kerusakan, termasuk di Kota San Cristobal Verapaz yang terdampak paling parah. Setengah dari jumlah korban tewas yang dilaporkan berasal dari kota itu.

Hujan deras yang masih turun membuat petugas penyelamat tidak dapat mencapai itu.

“Saat ini, kami mencoba untuk pergi ke sana dengan berjalan kaki karena tidak ada jalan lain,” kata Giammattei sebagaimana dilansir BBC.

Baca Juga :   5 Juta Kasus Covid-19 di Tanah Paman Sam

Eta diyakini telah menewaskan lebih dari 70 orang di seluruh wilayah Amerika Tengah, demikian dilaporkan kantor berita Reuters.
Di Nikaragua, puluhan ribu orang dievakuasi ke tempat penampungan sebelum badai melanda. Di pantai utara negara itu, dua pria tewas ketika tanah longsor mengubur tambang tempat mereka bekerja.

Sementara di negara tetangga Honduras, seorang gadis berusia 13 tahun meninggal di Kota San Pedro Sula ketika tembok rumahnya runtuh ke tempat tidur tempat dia tidur.

Pemerintah mengatakan sekira 500 warga Honduras diselamatkan dari atap mereka pada Kamis karena permukaan air terus naik, sementara lebih banyak lagi kemungkinan masih terdampar, menurut Reuters.

Foto-foto dari daerah yang dilanda badai di Honduras dan Guatemala menunjukkan orang-orang mengarungi jalan-jalan yang banjir, sementara rumah dan mobil hampir tenggelam oleh air banjir.

Dalam anjuran terbarunya, Pusat Badai Nasional AS mengatakan Eta masih menyebabkan hujan lebat dan banjir yang mengancam jiwa di beberapa bagian Amerika Tengah. Badai diperkirakan akan kembali menguat akhir pekan ini saat bergerak ke timur laut menuju Kuba dan Florida. (*/dka)