Ayodya Pala Gelar Ujian Tari dengan Kebiasaan Baru dan Protokol Kesehatan

oleh -25 views

Kabarsiana.com, DEPOK – Ujian tari yang digelar Ayodya Pala Art Center, selama Oktober hingga awal November 2020, dilaksanakan dengan kebiasaan baru dan mengindahkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Peserta ujian, seluruhnya 1.200 siswa, selain mengenakan kostum tari dari berbagai daerah di Indonesia, juga mengenakan face shield. Ujian dilaksanakan pada beberapa cabang sanggar tari ini di Kota Depok, Jawa Barat.

Ayodya Pala yang telah dikenal sebagai sanggar yang fokus pada pengembangan seni tari dari berbagai wilayah di Tanah Air ini telah memiliki sistem pendidikan dan latihan (diklat) bagi para peserta didiknya.

Pimpinan Ayodya Pala Hj. Budi Agustina, dalam penuturannya, mengakui tahun ini menghadapi tantangan berat karena kegiatan pendidikan dan latihan harus diubah selama masa pandemi. Seperti halnya institusi pendidikan formal, yang hingga kini masih menerapkan pembelajaran jarak jauh, tuturnya, pun demikian dengan Ayodya Pala.

“Walaupun masa pandemi, diklat tetap berjalan secara online dengan memanfaatkan aplikasi media sosial seperti Zoom atau Google Meet,” ujar pelatih tari yang akrab disapa Etin.

Baca Juga :   Calon Ibu Kota Indonesia yang Baru Diklaim Bebas Banjir

Kegiatan reguler, tuturnya, harus tetap berjalan agar kurikulum tidak tertunda. Kalau kurikulum tertunda, ucapnya, akan merugikan banyak peserta didik.

Untuk itu, kata Etin, Ayodya Pala pun membuat standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan yang harus dipatuhi, yakni tidak berkerumun, menyediakan thermo gun untuk pengecekan suhu tubuh, face shield, menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, hingga disinfektan.

Pada saat latihan, tuturnya, dari kelompok satu ke kelompok dua ada jeda, dan harus bersih-bersih lagi. Hal ini, ucapnya, diterapkan di 20 cabang Ayodya Pala, yang sebagian besar terdapat di Depok dan sekitar Bogor.

Tes sebelum dilakukan ujian, ujarnya, tetap dilakukan beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk mengevaluasi kesiapan siswa-siswa dalam menghadapi ujian kenaikan tingkat.

Pada tahap ini, tuturnya, dilakukan dengan menerapkan SOP protokol kesehatan , sehingga pada saat ujian, baik para peserta maupun penguji, sudah terbiasa dengan kebiasaan baru di tengah pandemi.

Salah satunya, kata Etin, tim penilaian dibagi ke dalam grup A dan grup B, satu sektor barat dan satu sektor timur.

Baca Juga :   BPDPKS: Stabilkan Harga TBS dengan Mengurangi Impor Minyak

Walau banyak perombakan di sana-sini, Etin bersyukur para siswa dan orangtua siswa tetap bersemangat. “Sembari berharap pandemi ini segera berakhir, moto kami tetap bersemangat dengan energi baru untuk kebiasaan yang baru,” ujarnya. (ato)