Australia Defisit Anggaran Rp 2.100 T

oleh -14 views

Kabarsiana.com, SYDNEY  – Pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda dunia, membuat kondisi ekonomi banyak negara sulit. Defisit anggaran sejumlah negara naik tinggi karena penerimaan pajak terjun, sebagai akibat lesunya kegiatan ekonomi.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia menyatakan perkiraan defisit anggaran yang bakal bengkak dan membuat utang pemerintahnya naik tinggi.

Tak hanya Malaysia, negara tetangga Indonesia lainnya, yaitu Australia juga bakal mengalami hal yang sama. Defisit anggaran Australia pada tahun ini akan menyentuh rekor tertingginya. Akibat pengeluaran pemerintah naik untuk menyelamatkan ekonomi dari resesi.

Pemerintah Australia memperkirakan, defisit anggarannya di tahun ini bakal menembus AUD 200 miliar (US$ 143 miliar) atau sekitar Rp 2.116 triliun. Ini menurut data anggaran negara yang dibahas di parlemen Australia, seperti dilansir dari AFP, Selasa (6/10).

Defisit sebesar 11% dari PDB itu, bisa jadi merupakan rekor terbesar yang pernah dialami oleh negeri kanguru. Salah satu penyebab tingginya defisit ini antara lain adalah insentif pemangkasan pajak yang diberikan pemerintah Australia, untuk mendukung pelaku usaha di tengah resesi yang terjadi akibat pandemi.

Baca Juga :   Pembiayaan Utang Pemerintah Capai Rp 223,8 Triliun

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan sejumlah insentif kepada perusahaan agar tidak melakukan PHK terhadap karyawannya.

Defisit besar di tahun ini bakal membuat nilai gross utang pemerintah Australia menembus angka US$ 1 triliun, atau 50% dari PDB negara tersebut di 2024 nanti.

Pandemi yang terjadi menghantam ekonomi negara ini, kebijakan lockdown membuat roda ekonomi terhenti dan terjadi resesi.

“Pandemi menjadi pukulan keras untuk sektor rumah tangga, dengan masifnya pengurangan pekerjaan yang terjadi, angka pengangguran naik jadi 10%,” kata Ekonom dari NAB, Kaixin Owyong.(*/wed)