Ada Apa dengan Bantuan Pusat di SMKN 2 Bukittinggi

oleh -99 views

Kabarsiana.com, BUKITTINGGI – Pengerjaan sejumlah proyek kegiatan yang dilakukan secara swakelola di SMKN 2 Bukittinggi, Sumatera Barat perlu mendapat perhatian. Sebab, banttuan yang nilainya sekitar Rp1,3 miliar tersebut jika tak dikerjakan secara profesional tentu akan berpotensi menghadirkan kerugian bagi sekolah bersangkutan.

Diantara kegiatan yang mendapat sosortan adalah pemasangan granit lantai musalla yang dilakukan dengan hanya menaburkan pasir tanpa semen. Ini jelas pekerjaan yang asal-asalan dan jauh dari semestinya.

Ketua Tim Revitalisasi SMKN 2 Bukittinggi, Hodril, kepada kabarsiana membantah hal itu. Menurutnya, sebelum pemasangan granit dilakukan, telah dilakukan pengecoran lantai terlebih dulu.

“Sudah ada pengecoran sebelumnya,” jelas Hodril.

Saat dipaparkan tentang fakta di lapangan, Hodril malah mengatakan kalau dia bukan orang yang mengerti secara teknis pengerjaannya. Namun demikian, Hodril memastikan semuanya dalam pengawasan oleh tim teknis.

“Jika pekerjaan selesai dan ada kendala yang ditemukan setelah itu, masa garansinya kan ada,” kata Hodril pula.

Penyataan Hodril ini, terkesan membiarkan kesalahan dalam pelaksanaannya. Padahal seharusnya, sebagai ketua tim revitalisasi, meski tidak berlatar belakang teknik, dia setidaknya mengetahui garis kasar pekerjaan karena telah ditunjuk sebagai ketua tim.

Baca Juga :   Mayoritas Guru SD di Papua Belum Lulus Sarjana S1

Anehnya lagi, Hondril juga menyebutkan, dia tidak mengetahui spesifikasi pelaksanaan pekerjaan termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) terkait pekerjaan itu sendiri.

“Saya tidak memiliki RAB-nya. Apakah dalam spek penaburan pasir sebelum pemasangan granit dibolehkan bakal ditanyakan ke konsultan,” katanya.

Hodril menyebutkan, ia juga tidak mengetahui konsultan pengawas, apakah perseorangan atau dari lembaga sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknik.

“Pada tahun sebelumnya, bantuan pusat juga diterima sekolah dengan konsultan yang sama, artinya kita hanya meneruskan aja,” tuturnya.

Pernyataan Hodril yang tidak mengetahui RAB, bertolak belakang dengan pernyataan KTU Kacabdin Dinas Pendidikan Kota Buittinggi, Yefilindawati yang menyebutkan, batuan dari pusat tersebut didapatkan setelah pengajuan proposal oleh sekolah yang bersangkutan.

“Proposal yang dibuat pihak sekolah, ada RAB-nya. Kami dari Kacabdin tidak ada pengawasan melekat terhadap pekerjaan itu. Hanya sekadar mengetahuinya saja,” kata dia.

Ia memastikan, pekerjaan itu dikerjakan pihak SMKN 2 Bukittinggi dilengkapi dengan petunjuk teknis. “Petunjuk teknis dalam pekerjaan yang dikerjakan secara swakelola itu, adanya di sekolah,” sebutnya.

Baca Juga :   Tujuh Universitas Jepang Jadi Tujuan Penerima Beasiswa S2 dari Indonesia

Program Revitalisasi SMK

Kepala Sekolah SMKN 2 Bukittinggi, Meri Desna menyebutkan, bantuan Rp1,3 miliar merupakan program revitalisasi SMK pada 2019.

“Dana Rp1,3 miliar dipergunakan untuk berbagai pembangunan yaitu membangun mushalla, pemasangan batu alam di halaman sekolah dan perbaikan ruang kelas di gedung II, Ranjau. Desember 2019 ini pekerjaanya tuntas dikerjakan,” ucapnya. (ham)