9 Juta Lebih Pemberitaan Kasus Penculikan Anak, Hoaks!

oleh -37 views
Penyebaran berita bohong (hoaks), semakin masif sejak 4 bulan terakhir.

JAKARTA (BM)– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut merespons maraknya pemberitaan kasus penculikan anak yang beredar di masyarakat melalui media sosial (medsos). Fenomena itu dianggap membuat keresahan dan bahkan ketakutan publik.

Ketua KPAI Susanto menyampaikan, berdasarkan analisis lembaganya, pemberitaan penculikan anak di media daring sepanjang empat bulan terakhir semakin masif. Pada Juli lalu, terdapat sedikitnya 635.000 berita sejenis. Selanjutnya, pada Agustus ada 969.000 berita dan pada September terdapat 2.150.000 berita sejenis.

“Berita penculikan anak terbanyak pada Oktober lalu yaitu mencapai 4.300.000 pemberitaan. Sementara, selama dua hari di Bulan November ini saja terdapat 1.010.000 berita yang memuat penculikan anak,” ungkap Susanto di Gedung KPAI, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Dia menuturkan, sedikitnya dalam sepekan terakhir terdapat enam kasus yang diberitakan sebagai tempat kejadian penculikan anak yang viral di masyarakat. Namun, keenam berita itu seluruhnya mengandung kebohongan (hoaks).

Polisi menangkap netizen penyebar hoaks di Sukabumi beberapa waktu lalu.

Susanto menilai pemberitaan bohong itu telah memberikan dampak psikologis yang besar. Dampak itu antara lain berupa keresahan dan kepanikan yang dirasakan oleh para orang tua yang memiliki anak masih sekolah. “Beberapa orang tua bahkan sering ribut di grup WA (aplikasi percakapan Whatsapp) karena kekhawatiran yang berlebihan,” tuturnya.

Baca Juga :   Puri Indah Mall Terbakar

Dia mengatakan, kekhawatiran semacam itu kemudian membuat para orang tua mengawasi anak-anaknya dengan cara yang berlebihan pula. Bahkan, tak sedikit ada orang tua yang mengintimidasi, membentak, menekan, memaksa, hingga mengatur secara ketat aktivitas keseharian anak atas nama ketakutan akan penculikan.

“Kondisi ini akan menimbulkan kegelisahan dan pembatasan yang ketat kepada anak dalam menjalankan aktivitas, sehingga sosialisasi dan kehidupan tumbuh kembangnya (anak) tidak berjalan secara wajar,” ucap Susanto.

Karena itu, KPAI meminta pihak kepolisan untuk menindak tegas pelaku atau penyebar hoaks penculikan anak yang sudah meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. “Ini agar jaminan keamanan dan kenyamanan anak Indonesia terjaga dengan baik, tanpa kekhawatiran dan ketakutan berlebihan,” tuturnya. (*)