60 Orang Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Darfur

oleh -8 views

Kabarsiana.com, KHARTOUM – Lebih dari 60 orang dilaporkan tewas dan hampir 60 lainnya terluka dalam serangan bersenjata di sebuah desa di wilayah Darfur, Sudan. Kekerasan bersenjata itu dilaporkan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan pada Minggu malam (26/7).

Serangan di Desa Masteri di Negara Bagian Darfur Barat pada Sabtu (25/7/2020) itu “adalah salah satu dari serangkaian insiden keamanan terbaru yang dilaporkan selama sepekan terakhir yang menyebabkan beberapa desa dan rumah terbakar, pasar dan toko dijarah, dan infrastruktur rusak,” demikian dilaporkan badan PBB itu dalam sebuah pernyataan tanpa mengutip sumber informasinya.

Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai insiden itu dan Reuters tidak dapat menghubungi pejabat untuk memberikan komentar.

Dilaporkan kantor berita SUNA, pada Minggu, Sudan mengatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan pasukan gabungan dari berbagai layanan keamanan negara di Darfur setelah kekerasan baru-baru ini terjadi di sana.

Pasukan akan dikerahkan ke lima negara di wilayah itu “untuk melindungi orang-orang dan mengamankan musim pertanian,” kata Perdana Menteri Abdalla Hamdok selama pertemuan dengan delegasi perempuan dari Darfur di Khartoum. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan, demikian diwartakan Reuters.

Baca Juga :   11 Agen Intelijen AS Terinfeksi Covid-19

Dewan Keamanan dan Pertahanan negara itu menekankan pentingnya “menggunakan kekuatan yang diperlukan untuk menyelamatkan jiwa dan harta benda, menghadapi segala bentuk pelanggaran hukum dan mendukung hak kewarganegaraan yang setara,” katanya setelah pertemuan pada Minggu.

Dalam insiden terpisah, sedikitnya 20 orang tewas dan 22 lainnya cedera setelah orang-orang bersenjata dari milisi tak dikenal menyerang sebuah desa di negara bagian Darfur Selatan, kata saksi mata dan seorang pemimpin masyarakat setempat pada Sabtu.

Kekerasan baru-baru ini oleh milisi di Darfur Utara mendorong pihak berwenang untuk menyatakan keadaan darurat pada 13 Juli.

“Meningkatnya kekerasan di berbagai bagian wilayah Darfur mengarah pada peningkatan perpindahan, membahayakan musim pertanian, menyebabkan hilangnya nyawa dan mata pencaharian dan mendorong meningkatnya kebutuhan kemanusiaan,” kata PBB. (*/okz)