Disinyalir Dipalsukan, Pakistan Tangguhkan Lisensi Terbang 262 Pilot

oleh -3 views

Kabarsiana.com, ISLAMABAD — Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan, mengumumkan larangan terbang bagi 262 pilot yang diduga menghindari ujian setelah penyelidikan mengenai kualifikasi dilakukan, Jumat (26/6). Tindakan itu dipicu oleh laporan kecelakaan pesawat di Karachi bulan lalu yang mendapati bahwa para pilot gagal mengikuti prosedur standar dan mengabaikan peringatan.

Pakistan International Airlines (PIA) yang dikelola pemerintah, menyatakan, bahwa akan melakukan uji coba pilot dengan lisensi yang diragukan. Khan mengatakan, pihak berwenang telah menyelidiki kolusi antara pilot dan pejabat penerbangan sipil sejak akhir 2018 untuk menyelesaikan pemeriksaan.

Dari 262 pilot yang ditangguhkan akan menunggu kesimpulan dari penyelidikan. Mereka terdiri dari 141 dari PIA, sembilan dari Air Blue, 10 dari Serene Airline, dan 17 dari Shaheen Airlines yang telah ditutup.

Sebanyak 262 orang itu termasuk 109 pilot komersial dan 153 maskapai penerbangan. PIA dan Air Blue mengatakan, akan mematuhi perintah tersebut, tetapi belum menerima daftar pilot yang akan dilarang terbang sementara.

Daftar pilot yang ditangguhkan telah dikirim ke maskapai penerbangan dan juga akan tersedia di situs web penerbangan sipil. Dia mengatakan, semua maskapai dan klub telah diberitahu bahwa pilot ini tidak boleh diizinkan terbang lagi.

Baca Juga :   Langgar Karantina, Pangeran Belgia Didenda Rp 166 Juta

Pilot yang mungkin merasa sulit untuk lulus tes telah menggunakan cara ilegal, menyuap seseorang di badan penerbangan sipil. Mereka juga menggunakan pengaruh politik untuk meminta seseorang untuk duduk di kertas mereka.

Kondisi serupa pun terjadi pada ratusan pilot yang akhirnya dilarang untuk terbang. Khan mengatakan, semua pilot dituduh meminta seseorang untuk membawa satu atau lebih dokumen dan kadang-kadang bahkan semua dokumen yang berjumlah delapan buah untuk mendapatkan lisensi pilot maskapai.

Khan mengatakan, 28 pilot telah ditemukan telah memperoleh gelar akademik secara tidak sah. Mereka sekarang akan menghadapi tuntutan pidana dan pemutusan hubungan kerja.

Menteri Penerbangan mengatakan, setidaknya lima pejabat tinggi penerbangan sipil telah ditangguhkan dan penuntutan sedang dipertimbangkan, termasuk kepada pembantu pejabat di departemen teknologi informasi. “Biarkan saya memastikan bahwa penyelidikan akan terbuka dan adil,” kata Khan.

Khan itu mengatakan, pembersihan itu bertujuan membuat industri penerbangan Pakistan kredibel dan upaya menghilangkan kekhawatiran global. “Saya pikir ini akan membantu kami dalam memuaskan organisasi internasional bahwa kami telah memperbaiki kesalahan,” ujarnya.

Baca Juga :   Cegah Corona, Imigrasi Sudah Deportasi 126 WNA

Asosiasi Transportasi Udara Internasional dan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa telah menyatakan keprihatinan atas sejumlah besar pilot yang memiliki kredibilitas meragukan itu. Sistem pemeriksaan saat ini diperkenalkan pada 2012 untuk memenuhi standar internasional dan dibuat wajib untuk semua pilot Pakistan bahkan jika mereka sudah memenuhi syarat.

Investigasi Pakistan ke kualifikasi pilot dimulai setelah kecelakaan pendaratan 2018 di mana ditemukan bahwa tanggal pengujian pada lisensi pilot yang terlibat adalah hari libur. Artinya, ujian itu palsu karena pengujian tidak mungkin terjadi pada hari libur.

Atas temuan itu, sebanyak 16 pilot PIA dilarang terbang awal 2019. Pemerintah telah mencoba untuk merombak maskapai yang memiliki 31 armada dan 434 pilot, namun hanya terjadi sedikit perubahan saja. (*/rol)