Tersedia 271 Formasi, Pelamar Seleksi CPNS Pemprov Riau 8.046 Orang

oleh -24 views

Kabarsiana, PEKANBARU – Pendaftaran seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Riau berakhir resmi ditutup Sabtu (30/11/2019) kemarin.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau mencatat jumlah pendaftar mencapai 8.046  pelamar. Pendaftaran seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Riau sudah dibuka sejak 16 November lalu.

Dari 8.046 pelamar yang sudah mendaftar tersebut, paling banyak melamar di bidang tenaga pendidikan atau guru dengan jumlah pelamar mencapai 4.400 pelamar.

Kemudian diurutan kedua bidang tenaga teknis, dengan jumlah pelamar mencapai 3.058 pelamar.

“Sedang untuk tenaga kesehatan ada 517 pelamar yang mendaftar sampai hari terkahir pendaftaran,” kata Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, Minggu (1/12/2019).

“Tahapan selanjutnya, setelah pendaftaran selesai, panitia akan melakukan seleksi berkas administrasi yang sudah diuploud oleh pelamar,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pengumuman hasil seleksi ADM yang dilaksanakan tanggal 15 Desember 2019.

Namun jika ada pelamar yang merasa keberatan dengan hasil pengumuman administrasi yang diumumkan oleh panita pada tanggal 15 Desember mendatang, pihaknya akan memberikan kesempatan bagi pelamar untuk mengajukan keberatan.

Baca Juga :   400 Orang Saudagar Ngumpul di Padang, Ngapain Ya?

“Kita akan berikan waktu masa sanggah mulai tanggal 17 – 19 Desember 2019. Jadi kalau ada pelamar yang tidak puas dengan hasil pengumuman seleksi administrasi bisa mengajukan keberatan dimasa sanggah itu,” sebutnya.

Kemudian untuk pengumuman jadwal SKD akan dilakukan di bulan Januari 2019. Namun tanggalnya belum ditetepkan. Begitu juga dengan pelaksanaan SKD yang dijadwalkan di bukan Februari.

Pengumuman hasil SKD dan pelaksanaan SKB dijadwalkan dibulan maret. Kemudian integrasi nilai SKD dan SKB April 2019.

“Untuk penetapan NIP dan pengangkatan sebagai CPNS dijadwalkan di bulan April,” katanya.

Seperti diketahui, pada pemerinaan CPNS kali ini, Pemprov Riau mendapatkan jatah kuota sebanyak 271 formasi yang dibagi menjadi 3 bidang. Yakni tenaga pendidik atau guru, kemudian tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Dengan rincian tenaga pendidikan 170 formasi, tenaga kesehatan 22 formasi dan tenaga teknis 79 formasi.

Pihaknya mewanti-wanti dan mengingatkan para peserta agar fokus terhadap tujuan, dan jangan pernah percaya dengan iming-iming atau janji meloloskan dari pihak manapun.

Baca Juga :   Hendak Bantu Korban Bencana, Mobil Rescue Ini Masuk Jurang

Ikhwan Ridwan mengungkapkan, banyaknya kejadian-kejadian penipuan di musim CPNS sudah cukup banyak pemberitaan sebelumnya.

Hal tersebut dijelaskannya karena para peserta CPNS mau saja tertipu daya dengan iming-iming diloloskan oleh pihak tertentu, dengan memberikan imbalan terlebih dulu.

Untuk menghindari hal tersebut, pihaknya menegaskan agar para peserta tidak percaya dengan informasi dan janji-janji seperti itu, karena hal tersebut sangat menyesatkan dan merupakan penipuan.

“Hari ini kita mulai buka pendaftaran secara online selama 2 minggu kedepan. Kita ingatkan para peserta agar fokus, lurus dengan apa yang ingin dicapai. Jangan pernah percaya yang namanya calo, orang dalam, atau apalah istilahnya, karena hal itu adalah penipuan. Cukup banyak kita dengan kejadian sebelumnya, jangan lagi ada korban,” kata Ikhwan.

Dikatakan Ikhwan, pelaksanaan ujian dilaksanakan dengn sistem CAT, dan tidak ada peluang untuk lolos jika tidak karen kemampuan para peserta sendiri. Karena itu, ia meminta agar para peserta percaya diri, dan banyak belajar sebelum mengikuti ujian.

“Para peserta harus percaya diri dengan kemampuan sendiri. Karena itu, mesti banyak belajar, dan persiapkan diri sebelum menghadapi ujian. Karena kemampuan kita dalam menjawab pertanyaan akan menjadi tolak ukur lulus atau tidaknya,” ujarnya.

Baca Juga :   Festival Minangkabau Promosikan Budaya dan Wisata Sumbar

Setelah dua minggu masa pendaftaran, dikatakan Ikhwan pihaknya juga menjadwalkan masa sanggah selama 3 hari bagi para peserta yang ingin mengajukan sanggah.

“Misalnya ada berkasnya yang tidak lengkap atau tidak penuhi syarat, itu nanti ada masa sanggah selama 3 hari kita jadwalkan,” pungkasnya. (*/tpk)