Reydonnyzar Moenek, Pembaharu untuk Sumbar Lebih Maju

oleh -18 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – Tak beberapa lama lagi, pesta demokrasi pemilihan orang nomor satu di Ranahminang atau Sumatera Barat digelar. Segala persiapan, tentu telah dilaksanakan oleh siempunya gawe dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar. Ibarat cendawan tumbuh di musim hujan, maka sejumlah nama pun bermunculan menghiasi bursa kursi BA 1 itu.

Meskipun nama tokoh yang berkiprah di dunia politik dan Ranahminang mendominasi, namun ada satu nama yang pantas untuk dikedepankan. Seorang putra Minang dengan status birokrat senior dengan jabatan cukup mentereng. Tak salah, dialah Reydonnyzar Moenek.

Pamong senior yang pernah menjadi penjabat Gubernur Sumbar dari 15 Agustus 2015 sampai 12 Februari 2016 ini, namanya menguat di kalangan birokrat/ Aparatur Sipil Negara (ASN) yang jumlahnya ratusan ribu di Sumbar. Apalagi posisinya sebagai Sekretaris Jenderal (DPD) RI, tentu makin menaikkan nilai tawar si pemilik senyum menawan ini.

Reydonnyzar Moenek yang asli Lintau Buo Tanah Datar, walaupun cuma sekitar 6 bulan didaulat sebagai penjabat Gubernur Sumatera Barat, namun dia terbilang sukses dalam mengemban tuga yang tidak ringan itu. Apalagi, di negeri yang sangat banyak cerdik cendekianya, tentu banyak sekali halangan yang menghadang.

Baca Juga :   Sujarwo, SM : Investasi Jangan Menggusur Hak Rakyat

Kepiawaian Rerydonnyzar Moenek atau yang akrab disapa Donnie ini dalam berdiplomasi tentu mengingatkan kita akan banyak tokoh Minang yang menjadi orator ulung di panggung nasional. Salah satu daya lobby yang sangat hebat dari Donnie adalah hadirnya masjid besar kebanggaan Sumatera Barat yang saat ini kita kenal dengan nama Masjid Raya Sumbar.

“Dia berhasil mengumpulkan donasi puluhan miliar dari provinsi lainnya dalam pembangunan Masjid Raya Sumbar yang sekarang sudah berdiri megah dan menjadi ikon baru Kota Padang,” ujar Arsal Bam, pensiunan widyaiswara Badan Diklat Sumbar kepada Kabarsiana.com beberapa waku lalu.

Apa yang dikatakan Arsal Bam, tentu bukan tanpa alasan sama sekali. Selain sebagai birokrat handal dan senior, rekam jejak Donnie di pelataran birokrasi nasional tak bisa diabaikan begitu saja. Elektabilitas Donnie yang jauh dari masalah dan hiruk pikuk panggung politik, setali tiga uang dengan kemampuannya dalam mengayomi kolega sejawatnya yang ada di Ranahminang dan juga nasional.

Senada dengan Arsal, mantan Sekjen IKPS, Zulhendri Chaniago pun memberikan komentar yang sama. Menurutnya, elektabilitas seorang Reydonnyzar Moenek sangat signifikan.

Baca Juga :   Sujarwo, SM : Investasi Jangan Menggusur Hak Rakyat

“Elektabilitas beliau tak hanya datang dari masyarakat Tanah Datar, juga dari ribuan alumni STPDN/IPDN yang sekarang banyak memegang posisi strategis di pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota di Sumbar serta di pemerintahan pusat di Jakarta,” jelasnya.

Sebagai representasi dari birokrat/pamong senior yang cukup bersih dan berprestasi, maka dukungan ASN, baik di pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota, tentu akan semakin mudah menggerek nama Rydonnyzar ke permukaan.

“Harus diingat, meskipun ASN itu dilarang berpolitik praktis, tetapi mereka adalah pemilih yang memiliki hak untuk menentukan pilihan sendiri. Inilah yang akan menjadi penyambung nama Pak Donnier ke publik,” imbuhnya.

Sumatera Barat dengan sumber PAD yang terbatas, tentu sangat membutuhkan pemimpin yang inovator dan memiliki daya lobby yang kuat. Dengan duduknya orang yang tepat di posisi tersebut, tentu lumbung kas daerah yang terbatas akan terisi melalui program pemerintah pusat.

“Banyak nilai lebih dari kehadiran Pak Donnie, tak hanya masalah kemampuan lobby yang akan menguat, kewibawaan pemerintah daerah pun akan naik karena beliau lama di Kementerian Dalam Negeri,” ujar Zulhendri pula.

Baca Juga :   Sujarwo, SM : Investasi Jangan Menggusur Hak Rakyat

Apa yang diutarakan kedua tokoh di atas, tentunya patut mendapat perhatian publik Ranahminang. Tentu sudah pada tempatnya jika kita menempatkan sesuatu pada tempatnya. Atau pada pepatah Minang disebutkan, “Mamulangkan Pinang ka Tampuaknyo, Mamulangkan Siriah ka Carano,”.

Di tangan Reydonnyzar Moenek yang piawai dalam dunia birokrasi, tentu akan semakin mudah membawa kapal besar bernama Sumatera Barat pada kemajuan yang lebih baik lagi.

Tak bisa dipungkiri, rekam jejak seorang Reydonnyzar Moenek di blantika nasional dan Ranahminang telah menempatkan namanya sebagai seorang pembaharu yang jempolan yang diyakini akan mengantarkan kemajuan bagi masyarakat yang mendiami 14 kabupaten dan 5 kota di Provinsi Sumatera Barat. ***