Balon Kepala Daerah Dibolehkan Bersosialisasi

oleh -46 views
Baliho raksasa milik Irjen Pol. Fakhrizal, yang terpasang kokoh di kawasan Pantai Purus Padang. Pihak KPU Sumbar membolehkan bakal calon kepala daerah untuk bersosialisasi.

PARIAMAN, KABARSIANA,COM– Banyaknya bakal calon kepala daerah (balon kada) berlatar belakang pejabat yang maju di Pilgub Sumbar pada Pilkada serentak 2020 mendatang, diharapkan bisa membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menyosialisasikan berbagai tahapan Pilkada.

Pemerhati politik Kota Pariaman, Alwis Ilyas mengatakan, dari dinamika yang berkembang di lapangan, memang ditemui banyak balon kada yang secara intens mulai bersosialisasi ke tengah-tengah masyarakat. Baik dengan cara langsung turun ke masyarakat, maupun melalui media baliho dan sebagainya.

“Ini justru akan dapat membantu KPU dalam menyosialisasikan Pilkada 2020 nanti,” kata dia di Pariaman, Sabtu (30/11) sebagaimana dilansir antarasumbar.

Dikatakan, tidak ada aturan yang melarang pejabat sebagai bakal calon kepala daerah, untuk bersosialisasi terkait pencalonannya pada Pilkada. “Berbeda halnya jika yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai calon,” katanya.

Namun demikian sebut Alwis, pejabat tersebut diminta untuk bijak dan menjaga etika dalam bersosialisasi, sehingga tercipta demokrasi yang baik. Seperti tidak menggunakan fasilitas negara, serta tidak melakukan kampanye-kampanye hitam terhadap bacalon yang menjadi lawan politiknya kelak.

Baca Juga :   PAN Optimis Menang di Pilkada 9 Daerah Riau

“Untuk membedakan menggunakan fasilitas negara ini memang sulit. Tapi jangan salah, masyarakat dapat menilai itu,” tandas mantan Ketua KPU Kota Pariaman itu.

Masyarakat terang Alwis, akan dapat menilai apakah jabatan yang tengah disandang bakal calon tersebut digunakan untuk kepentingan politik atau memang murni untuk kepentingan masyarakat luas sesuai dengan jabatannya. “Jadi masyarakat juga harus cerdas untuk mengenai ini,” tambahnya.

Adapun nama-nama bacalon kada berlatar pejabat yang mengaung di Pilgub Sumbar diantaranya Wagub Sumbar Nasrul Abit, Wako Padang Mahyeldi, anggota DPR RI Mulyadi, Kapolda Sumbar Fakhrizal, Bupati Agam Indra Catri, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dan Wako Payakumbuh Riza Falepi.

Sebelumnya KPU Sumatera Barat menilai baliho sosialisasi bakal calon kepala daerah yang sudah mulai banyak bertebaran pada 19 kabupaten dan kota di daerah itu sebagai sebuah upaya komunikasi dan itu sah-sah saja.

“Ketika KPU menetapkan jadwal Pemilihan pada 23 September 2020, maka tahapan Pilkada memang sudah dimulai. Jadi wajar saja jika partai politik dan calon bersosialisasi pada masyarakat,” kata Ketua KPU Sumbar, Amnasmen.

Baca Juga :   Sontoloyo vs Ojo Loyo

Menurutnya, proses hingga pendaftaran calon kepala daerah di KPU pada Juni 2020 masih cukup panjang. Waktu itu tentu digunakan partai atau calon untuk melakukan persiapan, konsolidasi hingga komunikasi politik. (ryan syair)