12 Hari, 2 Menteri, 2 Kepala Daerah Jadi Tersangka KPK

oleh -45 views

Kabarsiana.com, JAKARTA – KPK mencatat sejarah baru dalam penegakan tindak pidana korupsi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dalam rentang 12 hari, KPK menetapkan dua menteri Kabinet Indonesia Maju menjadi tersangka plus dua kepala daerah. Ini masih belum termasuk pejabat dan pihak swasta yang menyertai keempat orang tersebut.

Kedua menteri yang telah ditetapkan menjadi tersangka itu adalah Menteri KP Edhy Prabowo dari Partai Gerindra dan Mensos Juliari Batubara dari PDIP. Sementara dua kepala daerah adalah Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo.

Edhy ditangkap KPK pada 25 November di Bandara Soetta. Dia ditangkap saat baru saja tiba di Bandara Soetta usai kunjungan kerja ke Hawaii. Edhy ditangkap bersama istri dan sejumlah pegawai kementerian. Edhy ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap eksportir benih lobster.

Mensos Juliari Batubara ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan bansos COVID-19 untuk Jabodetabek. Juliari ditetapkan sebagai tersangka bersama 4 orang lainnya, yaitu 2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos COVID-19 Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Lalu 2 supplier rekanan bansos COVID-19, Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Baca Juga :   6 Tokoh Disematkan Gelar Pahlawan Nasional

Akan halnya Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna ditangkap dalam OTT pada Jumat (27/11). Ajay diduga melakukan korupsi terkait proyek pembangunan rumah sakit di Cimahi.

Sementara Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Banggai Laut tahun anggaran 2020. (*/ted)