100 Orang Tewas Tertimbun Longsor Gegara Badai Eta di Guatemala

oleh -17 views

Kabarsiana.com, ALTA VERAPAZ  – Sedikitnya 100 orang meninggal dunia tertimbun tanah longsor di Guatemala. Musibah itu terjadi setelah Badai Eta yang membawa curah hujan tinggi, mengguyur negara tersebut pada Jumat 6 November 2020.

Sebagian besar korban tewas berada di Desa Quega, Alta Verapaz, yang berada di Guatemala Tengah. Juru bicara militer Guatemala, Ruben Tellez mengatakan, korban tewas kebanyakan tertimbun tanah longsor yang menimpa sedikitnya 150 rumah.

“Banyak dari korban tewas tinggal di Desa Queja, di mana sedikitnya 150 unit rumah tertimbun tanah longsor,” papar Ruben Tellez, dikutip dari Reuters, Sabtu (7/11).

“Ini bukan pertama kalinya bencana menghantam kawasan terpencil di Alta Verapaz. Area ini pernah menjadi lokasi bencana tanah longsor luar biasa satu dekade lalu yang menewaskan puluhan orang. Sekarang, fenomena badai ini menyebabkan tanah longsor lagi,” imbuhnya.

Foto-foto longsor di Queja menunjukkan sebidang lumpur cokelat panjang longsor dari lereng bukit hijau subur. Dalam sebuah video yang dibagikan pihak militer, terlihat medan menuju lokasi bencana sangat sulit dijangkau. Personel militer harus melewati rawa berlumpur dengan bantuan tali pemandu.

Baca Juga :   Ajaib, Nenek 103 Tahun Sembuh dari Corona

Presiden Guatemala, Alejandro Giammattei, mengindikasikan jumlah korban tewas bisa lebih tinggi dari angka saat ini. Ia memperkirakan sedikitnya 150 orang tewas dan hilang di Queja, mengingat terdapat sedikitnya 150 unit rumah yang tertimbun.

Pihak tentara saat ini terus berupaya menyelamatkan korban yang masih hidup. Pencarian dilakukan di antara puing-puing bangunan serta timbunan tanah longsor.

Rekaman dari bagian lain Guatemala menunjukkan perahu mengangkut penduduk desa di daerah banjir. Sementara itu, petugas penyelamat terpaksa menggendong anak-anak di punggung mereka sembari mengarungi air yang menggenang hingga pinggul orang dewasa. (*/dka)