10 Unit Tambang Liar di Bangka Selatan Diamankan

oleh -10 views

Kabarsiana.com, TOBOALI – Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat memimpin penindakan Ponton Isap Produksi (PIP) tambang timah liar di perairan Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (7/10).

Dengan menaiki KAL Manau II milik TNI AL, Kapolda Babel di dampingi Danlanal Babel Kolonel (Laut) Dudik Kuswoyo secara tegas langsung memerintahkan personil untuk menarik PIP yang sedang berlabuh jangkar tanpa aktivitas pertambangan di situ.

“Ada delapan unit PIP dan dua unit TI Tungau yang kita tarik dari laut Sukadamai lalu kita amankan di bibir Pantai Laut Nek Aji,” kata Irjen Pol Anang.

Kendati hanya 10 unit PIP dan TI Tungau disitu, Kapolda juga mengatakan ponton liar lainnya sudah ditarik oleh pemiliknya keluar Perairan Sukadamai.

“Sesuai yang dilakukan sosialisasi kemarin, ratusan ponton Ilegal sudah kembali ke daerah asal mereka masing-masing seperti Belinyu dan Bangka Barat,” ujar Jenderal berbintang dua kepada awak media.

Meski demikian, 10 unit yang diamankan tersebut akan diproses hukum sampai keputusan pengadilan.

Baca Juga :   Jokowi Ikut Pecat Evi Ginting dari Posisi Komisioner KPU

“Kalau dimusnahkan (bakar–red) belum, yang jelas ini kita amankan dulu. Lain halnya kalau PIP ini sedang beroperasi ketika kita tertibkan, dan jelas itu ada tindak pidananya,” terangnya.

“Hari ini sudah sangat baik, tertib. Kita akan selesaikan lagi besok. Kalau tidak sampai besok lusa kita tuntaskan ini semua. Setelah ini tuntas, baru nanti kita adakan pertemuan dan negosiasi lagi bersama nelayan dan penduduk,” terangnya.

Sementara itu, Danlanal Babel Kolonel (Laut) Dudik Kuswoyo mengaku siap membackup penuh operasi penertiban tambang laut di wilayah perairan Toboali. Pada operasi hari ini, pihaknya bahkan menerjunkan KAL Manau untuk membantu operasi dari Polda Babel.

“Kita turunkan KAL Manau untuk membantu kepolisian untuk penertiban sementara PIP di Toboali. Karena kita memang punya alat utama sistem persenjataan atau alutista yang diperlukan dalam operasi ini. Kalau dari KAL personel ada 15, pos lima sampai 10 orang,” tukasnya.(*/kpr)