10 Bulan, Polda Banten Ungkap 108 kasus penyalahgunaan obat-obatan dengan 126 Tersangka

oleh -15 views

Kabarsiana.com, SERANG  – Ditektorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten, dalam keterangan resminya pada Senin (9/10) mengungkapkan,  dalam sepuluh bulan terakhir, berhasil mengungkap berbagai kasus tindak pidana penyalahgunaan obat-obatan daftar G sdi wilayah Hukum Polda Banten.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar yang didampingi Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, PLT Kepala BPOM Provinsi Banten Lintang Purba Jaya dan Dinkes Banten menyebutkan, Polda Banten berhasil mengungkap sebanyak 108 kasus penyalahgunaan obat-obatan dan menangkap 126 pengedar di wilayah hukum Polda Banten.

“Dari pengembangan yang kami lakukan, berhasil diamankan sedikitnya 370.430 butir berbagai obat terlarang daftar G berupa Hexymer dan Tramadol yang diamankan dari para tersangka,” jelas perwira tinggi bintang dua ini .

Pengungkapan kasus tersebut, menurut Fiandar, adalah wujud komitmen dan keseriusan Polda Banten dalam memerangi peredaran obat-obatan terlarang. Modus pelaku menjual obat tersebut dengan kedok toko kosmetik dan kelontongan dan dijual Rp 10.000 persatu bet obat. Biasanya Sasaran pembeli adalah kalangan remaja dan orang dewasa seperti pelajar, anak punk dan pengamen.

Baca Juga :   Kekeringan Mulai "Intip" Purwakarta dan Karawang

“Para pelaku ini mengaku dapat barang dari Jakarta melalui jalur tidak resmi atau ilegal, tapi ini ada juga dari luar (Banten dan Jakarta). Biasanya ada pabriknya seperti home industri, ini yang sedang kami kembangkan,” ungkap Fiandar.

Fiandar mengungkapkan, motif para pelaku menjual obat terlarang karena sulitnya mencari pekerjaan di masa pandemi Covid-19.

Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menambahkan, dari 108 kasus itu secara rata-rata Polda Banten berhasil mengungkap rata-rata satu kasus dalam tiga hari.

Dari pengungkapan tersebut, 23 kasus diungkap Polresta Tangerang dengan barang bukti 226.207 butir, Polres Lebak sebanyak 23 kasus dengan 55.951 butir. Polres Serang Kota dan Kabupaten sebanyak 30 kasus dengan barang bukti 17.332 butir, Polres Pandeglang 17 kasus dengan 9.301 butir. Selanjutnya Polres Cilegon sebanyak 9 kasus dengan BB 49.689 butir.

“Polresta Tangerang terbanyak mengamankan barang bukti karena wilayahnya berdekatan dengan ibu kota Jakarta, sehingga aksesnya mudah,” ungkap Susatyo

Terhadap para tersangka itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, dikenakan Pasal 196, 197, 198, 199 Tentang UU Kesehatan dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Baca Juga :   Indonesia Hari Ini Catat 88.214 Kasus Covid-19

“Karena kasus ini semakin merebak, maka Polda Banten mengimbau agar masyarakat mengawasi perkembangan anak-anak dan saudara lainnya secara serius. Kalau mendapati adanya perubahan perilaku dan kebiasaan, segera melaporkan kepada pihak berwajib, ” imbuhnya. (*/rel)